Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
© Pexels.com/Giant Asparagus
DREAM.CO.ID - Pernah bertanya-tanya mengapa AC mobil listrik tetap bisa mengeluarkan udara dingin ketika mobil berhenti dan tidak terdengar suara mesin menyala? Kondisi ini sebenarnya bukan sesuatu yang aneh. Justru, kemampuan tersebut merupakan salah satu perbedaan mendasar antara sistem pendingin mobil listrik dan mobil konvensional berbahan bakar bensin atau diesel.
Pada mobil konvensional, kompresor AC umumnya digerakkan oleh mesin melalui sabuk. Ketika mesin hidup, putaran mesin menggerakkan kompresor sehingga refrigeran dapat bersirkulasi dalam sistem AC. Karena itu, pada mobil dengan sistem seperti ini, AC tidak dapat bekerja secara normal ketika mesin benar-benar dimatikan.
Mobil listrik memiliki mekanisme yang berbeda. Kendaraan jenis ini tidak menggunakan mesin pembakaran internal sebagai sumber tenaga utama. Sebagai gantinya, motor listrik mendapatkan energi dari baterai tegangan tinggi. Sistem kelistrikan tersebut juga dapat digunakan untuk menjalankan berbagai komponen lain di kendaraan, termasuk sistem pendingin kabin.
Karena itu, kompresor AC pada mobil listrik dapat digerakkan oleh motor listriknya sendiri. Kompresor tidak perlu menunggu putaran mesin seperti pada banyak mobil konvensional. Selama baterai kendaraan memiliki energi yang cukup dan sistem kendaraan mengizinkannya bekerja, AC dapat terus menyala ketika mobil dalam kondisi berhenti.
Prinsip pendinginannya tetap menggunakan siklus refrigeran. Refrigeran bersirkulasi melalui komponen seperti kompresor, kondensor, katup ekspansi, dan evaporator. Kompresor memberikan tekanan pada refrigeran, sementara evaporator menyerap panas dari udara di dalam kabin. Udara yang telah didinginkan kemudian dialirkan kembali ke ruang penumpang.
Perbedaannya terletak pada sumber energi untuk menggerakkan kompresor. Pada mobil konvensional, kompresor dapat memperoleh tenaga mekanis dari mesin. Pada mobil listrik, kompresor AC menggunakan energi listrik.
Hal ini juga menjelaskan mengapa AC mobil listrik dapat tetap bekerja ketika kendaraan sedang berhenti di lampu merah, terjebak kemacetan, atau diparkir dalam kondisi kendaraan siap digunakan. Tidak ada kebutuhan untuk mempertahankan mesin pembakaran tetap hidup hanya demi menjalankan AC.
Namun, bukan berarti menyalakan AC ketika mobil listrik berhenti tidak menggunakan energi. Listrik tetap diambil dari baterai untuk menjalankan kompresor, kipas, sistem kontrol, dan komponen pendukung lainnya. Semakin lama AC digunakan, semakin banyak energi baterai yang dikonsumsi.
Dampaknya terhadap jarak tempuh biasanya bergantung pada kondisi. Ketika mobil sedang dikendarai, sebagian energi baterai digunakan untuk menggerakkan kendaraan dan sebagian lainnya untuk kebutuhan seperti AC. Ketika kendaraan berhenti, energi yang digunakan AC terutama berasal dari baterai tanpa adanya mesin pembakaran yang menghasilkan tenaga mekanis.
Pada mobil listrik, sistem manajemen energi juga dapat mengatur penggunaan daya agar berbagai kebutuhan kendaraan tetap berjalan secara efisien. Karena itu, pengemudi tidak perlu menganggap bahwa AC yang tetap menyala ketika mobil berhenti merupakan tanda adanya masalah.
Ada pula keuntungan lain dari sistem ini. Mobil listrik dapat mempertahankan suhu kabin tanpa harus membiarkan mesin pembakaran menyala ketika kendaraan sedang tidak bergerak. Dalam konteks kendaraan konvensional, membiarkan mesin hidup hanya untuk mendapatkan udara dingin berarti bahan bakar tetap dikonsumsi dan mesin terus menghasilkan emisi.
Jadi, anggapan bahwa “ AC hanya bisa menyala kalau mesin hidup” sebenarnya lebih tepat untuk mobil dengan sistem AC yang kompresornya bergantung pada mesin. Pada mobil listrik, sumber tenaga tersebut telah digantikan oleh motor listrik dan sistem baterai.
Itulah sebabnya ketika sebuah mobil listrik berhenti dalam keadaan senyap tetapi AC tetap mengembuskan udara dingin, tidak ada yang janggal. Mobil tersebut memang tidak membutuhkan mesin bensin atau diesel yang menyala untuk mendinginkan kabin. Selama baterai memiliki daya dan sistem kendaraan aktif, kompresor listrik dapat terus menjalankan siklus pendinginan.
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi