Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: News.com)
Dream - Sebuah penelitaian lama membuktikan warna merah muda dapat menekan nafsu makan. Warna ini disebut bisa menenangkan saraf dan mengurangi tingkat agresi seseorang.
Teori lama ini kembali mengemuka setelah Kendall Jenner mengumumkan bahwa dia telah mengecat seluruh ruang tamunya dengan shade warna baker-miller pink. Pada awalnya, fenomena ini muncul pertama kali pada akhir tahun 60-an.

Pada saat itu, Alexander Schauss, direktur Life Science di American Institute yang membuat penelitian biosocial Research di Tacoma, menemukan bahwa preferensi warna dapat mengungkapkan data mengenai keadaan psikologis dan fisiologis seseorang. Seperti misalnya jika suasana hati sedang bergeser, maka akan berpengaruh pada pemilihan warna.
Satu dekade kemudian Schauss bereksperimen terhadap dirinya sendiri, dan mendapatkan temuan bahwa warna merah muda menimbulkan efek yang kuat pada dirinya sendiri. Pada saat menatap kartu yang ditandai poster warna merah muda menghasilkan catatan yang mengejutkan.
Schauss merasakan detak jatungn, denyut nadi, dan pernapasannya menjadi menurun. Hal itu tak dirasakannya saat melihat warna lainnya.
Lalu Schauss memperluas penelitiannya dan bekerjasama dengan direktur penjara Angkatan Laut di Washington State pada 1979 untuk melakukan serangkaian percobaan pada narapida tanpa mereka sadari.
Sel kurungan dicat dengan shade merah muda dan mereka terus memantau insiden kekerasan yang terjadi. Apa yang terjadi kemudian sangat mencengangkan.
Dinding tahanan itu dianggap menenangkan tahanan dan menyebabkan perubahan perilaku yang tercatat jauh lebih sedikit, setelah 15 menit terkena paparan warna. Sejak dimulainya prosedur itu pada 1 Maret 1979, tidak ada insiden permusuhan pada fase-fase awal kurungan.

Efek lain mengejutkan ditemukan oleh peneliti di Universitas Johns Hopkins, yang mengamati penekanan nafsu makan pada subjek penelitian. Hingga akhirnya tercipta sebuah kacamata yang memberikan gambaran rona Baker-Miller sebagai alat penurunan berat badan.
(Sah/Sumber: news.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya