Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sate Buntel (soloraya.com)
Dream - Tak diragukan lagi, Solo memiliki kekayaan kuliner yang beragam. Salah satu tempat makan yang cukup menjadi buah bibir adalah Warung Sate Kambing Mbok Galak. Berlokasi di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Sumber, Solo.
Tidak seperti namanya, pemilik ini tidak ada sedikit pun kesan galak. Pelayannya justru ramah terhadap pengunjung. Maka banyak orang yang datang ke warung sate yang dekat dengan terminal bis Tirtonadi ini.
Warung sate yang sudah berdiri hampir 30 tahun ini menyediakan aneka masakan dari daging kambing. Seperti sate kambing, sate buntel, tongseng, gule, dan tengkleng. Diantara menu tersebut, sate buntel, sate kambing dan tengkleng yang jadi favorit.
Sate buntel khas Mbok Galak dibuat dari cacahan daging kambing yang dibaluti lemak tipis. Agar daging matang dengan sempurna, potongan daging yang tebal ini diberikan sayatan.
Lemak tipis memberikan aroma khas pada sate, dan tambahan kecap dan bumbu kacang yang semakin menggoda selera. Disediakan pula irisan daun kol, jeruk nipis dan cabai rawit utuh dalam piring terpisah.
Sate kambing diolah sedemikan rupa agar tidak berbau prengus kambing. Satu porsi terdiri dari 10 tusuk yang berisi potongan daging kambing yang cukup besar. Menu tengkleng di sini juga tak kalah enak. Tengkleng kambing dimasak dengan santan dan campuran rempah lokal, menjadi sup yang lezat.
Warung ini sering dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan. Bahkan pejabat dan artis pun datang berkunjung. Termasuk Presiden ke-2 RI Soeharto.
Warung ini mulai buka dari pukul 10.00-20.00. Untuk satu porsi sate (10 tusuk), gule, dan tongseng dihargai Rp 30.000, sedangkan harga satu porsi sate buntel yang berukuran besar seharga Rp 75.000.
(Ism, Sumber: Merdeka )
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya