Waspada Bulimia Nervosa, Gangguan Makan Mematikan Yang Kerap Di Alami Wanita

Reporter : Ulyaeni Maulida
Jumat, 27 November 2020 16:12
Waspada Bulimia Nervosa, Gangguan Makan Mematikan Yang Kerap Di Alami Wanita
Penderita bulimia mengonsumsi banyak kalori dengan makan berlebihan lalu kemudian memuntahkannya lagi.

Dream – Perasaan insecure atau tidak percaya diri dapat membuat seseorang mengalami gangguan makan. Hal ini diakibatkan oleh depresi karena pikiran buruk yang terus menghantui. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah Bulimia nervosa.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab seseorang menderita bulimia. Namun, gangguan makan mematikan ini lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria. 

Tidak semua orang yang menderita bulimia memiliki tubuh kurus. Bulimia berbeda dengan anoreksia yang menyebabkan penderitanya mengalami defisit kalori yang ekstrem sehingga penderita anoreksia cenderung memiliki berat badan di bawah normal.

Penderita bulimia mengonsumsi banyak kalori dengan makan berlebihan lalu kemudian memuntahkannya lagi. Inilah mengapa banyak penderita bulimia yang masih memiliki berat tubuh yang normal.

Gejala bulimia mungkin akan berbeda pada masing-masing penderitanya. Apabila gangguan ini tidak segera ditangani, berpotensi memicu masalah kesehatan yang dapat membahayakan nyawa penderitanya.

1 dari 5 halaman

Apa itu bulimia nervosa?

Ilustrasi

 

Bulimia nervosa adalah kelainan psikologis yang membuat seseorang mengonsumsi banyak makanan dalam waktu singkat dan diikuti dengan upaya untuk mengeluarkan apa yang telah dikonsumsi setelahnya.

Untuk mengeluarkan makanan tersebut pun terbilang cukup ekstrem. Ada yang dimuntahkan secara paksa, minum obat pencahar, hingga berolahraga secara berlebihan.

Penderita bulimia biasanya memiliki berat badan normal untuk usia dan tinggi badan mereka. Namun, mereka mungkin punya ketakutan akan penambahan berat badan atau ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh.

2 dari 5 halaman

 Faktor penyebab bulimia nervosa

Umumnya, bulimia nervosa baru muncul pada akhir masa remaja maupun awal memasuki usia dewasa. Sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan risiko seseorang dapat mengidap bulimia nervosa, antara lain:

  • Stres
  • Genetik
  • Sering diet
  • Wanita
  • Menderita depresi dan gangguan kecemasan
  • Mengalami peristiwa yang menimbulkan trauma
  • Kemarahan
  • Pribadi yang perfeksionis
  • Hidup dalam lingkungan dengan tuntutan sosial tinggi
  • Hidup dalam lingkungan yang dipengaruhi oleh media
3 dari 5 halaman

Gejala bulimia nervosa

Ilustrasi

Gejala bulimia bisa ditunjukkan secara fisik maupun perilaku. Berikut beberapa gejala bulimia secara fisik yang seringkali dialami oleh para penderitanya:

Gejala secara fisik

  • Pusing
  • Kulit kering
  • Masalah pada gigi
  • Sakit tenggorokan
  • Kuku kering dan rapuh
  • Mengalami gangguan tidur
  • Merasa kedinginan setiap saat
  • Siklus menstruasi terganggu
  • Kapalan pada punggung tangan
  • Kelelahan, merasa lemah, mata merah
  • Pembengkakan kelenjar di leher dan wajah
  • Heartburn, gangguan pencernaan, kembung

 

Gejala secara psikis

  • Berusaha tidak makan di depan orang lain
  • Selalu mengatakan bahwa dirinya bertambah gemuk
  • Ketakutan jangka panjang akan penambahan berat badan
  • Segera ke kamar mandi untuk buang air besar sesusah makan
  • Berolahraga secara berlebihan untuk menurunkan berat badan
  • Sering menggunakan obat pencahar untuk mengeluarkan isi perut
  • Mengonsumsi suplemen dan herbal untuk menurunkan berat badan
  • Mengonsumsi makanan dengan jumlah berlebihan dalam sekali makan
  • Memiliki kecenderungan untuk memuntahkan makanan dengan sengaja
4 dari 5 halaman

Risiko kesehatan yang berpotensi muncul akibat bulimia nervosa

 

Bila bulimia nervosa dibiarkan terus menerus tanpa penanganan khusus, dapat berpotensi memicu terjadi masalah kesehatan serius lainnya, diantaranya:

Risiko kesehatan secara fisik

  • Gagal ginjal
  • Kerusakan gigi
  • Kerusakan gusi
  • Dehidrasi ekstrem
  • Gangguan jantung
  • Tubuh kekurangan nutrisi
  • Masalah pencernaan atau sembelit
  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh

Risiko kesehatan secara mental

  • Depresi
  • Kecemasan berlebih
  • Kecanduan alkohol
  • Penggunaan obat terlarang
5 dari 5 halaman

Cara mengatasi bulimia nervosa

Ilustrasi

 

Berikut ini sejumlah pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi bulimia nervosa:

Psikoterapi

Psikoterapi adalah cara mengatasi bulimia dengan cara berdiskusi dengan ahli kesehatan mental. Beberapa jenis psikoterapi yang biasa digunakan untuk mengatasi gejala bulimia meliputi:

  • Terapi perilaku kognitif: terapi ini membantu menormalkan pola makan. Selain itu juga membantu mengidentifikasi perilaku yang tidak sehat dan negatif untuk diganti dengan yang sehat serta positif.
  • Family-based treatment: terapi ini melibatkan keluarga penderita untuk menghentikan pola makan tidak sehat mereka.
  • Psikoterapi interpersonal: terapi ini membahas kesulitan yang di alami penderita, serta meningkatkan komunikasi maupun keterampilan dalam pemecahan masalah.

Antidepresan

Antidepresan dapat membantu mengurangi gejala bulimia. Satu-satunya antidepresan yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) adalah fluoxetine (Prozac).

Pendidikan gizi

Bulimia nervosa dapat dibantu dengan melakukan konsultasi kepada ahli gizi. Hal ini dimaksudkan agar mendapat rekomendasi nutrisi yang baik bagi tubuh.

Perawatan di rumah sakit

Jika gejala bulimia nervosa parah dan mengakibatkan komplikasi serius, perawatan di rumah sakit mungkin akan diperlukan untuk membantu mengatasi bulimia yang di alami penderita.

 

(Sumber: Sehatq.com)

 

Beri Komentar