Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – Perasaan insecure atau tidak percaya diri dapat membuat seseorang mengalami gangguan makan. Hal ini diakibatkan oleh depresi karena pikiran buruk yang terus menghantui. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah Bulimia nervosa.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab seseorang menderita bulimia. Namun, gangguan makan mematikan ini lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria.
Tidak semua orang yang menderita bulimia memiliki tubuh kurus. Bulimia berbeda dengan anoreksia yang menyebabkan penderitanya mengalami defisit kalori yang ekstrem sehingga penderita anoreksia cenderung memiliki berat badan di bawah normal.
Penderita bulimia mengonsumsi banyak kalori dengan makan berlebihan lalu kemudian memuntahkannya lagi. Inilah mengapa banyak penderita bulimia yang masih memiliki berat tubuh yang normal.
Gejala bulimia mungkin akan berbeda pada masing-masing penderitanya. Apabila gangguan ini tidak segera ditangani, berpotensi memicu masalah kesehatan yang dapat membahayakan nyawa penderitanya.

Bulimia nervosa adalah kelainan psikologis yang membuat seseorang mengonsumsi banyak makanan dalam waktu singkat dan diikuti dengan upaya untuk mengeluarkan apa yang telah dikonsumsi setelahnya.
Untuk mengeluarkan makanan tersebut pun terbilang cukup ekstrem. Ada yang dimuntahkan secara paksa, minum obat pencahar, hingga berolahraga secara berlebihan.
Penderita bulimia biasanya memiliki berat badan normal untuk usia dan tinggi badan mereka. Namun, mereka mungkin punya ketakutan akan penambahan berat badan atau ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh.
Umumnya, bulimia nervosa baru muncul pada akhir masa remaja maupun awal memasuki usia dewasa. Sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan risiko seseorang dapat mengidap bulimia nervosa, antara lain:

Gejala bulimia bisa ditunjukkan secara fisik maupun perilaku. Berikut beberapa gejala bulimia secara fisik yang seringkali dialami oleh para penderitanya:
Bila bulimia nervosa dibiarkan terus menerus tanpa penanganan khusus, dapat berpotensi memicu terjadi masalah kesehatan serius lainnya, diantaranya:

Berikut ini sejumlah pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi bulimia nervosa:
Psikoterapi adalah cara mengatasi bulimia dengan cara berdiskusi dengan ahli kesehatan mental. Beberapa jenis psikoterapi yang biasa digunakan untuk mengatasi gejala bulimia meliputi:
Antidepresan dapat membantu mengurangi gejala bulimia. Satu-satunya antidepresan yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) adalah fluoxetine (Prozac).
Bulimia nervosa dapat dibantu dengan melakukan konsultasi kepada ahli gizi. Hal ini dimaksudkan agar mendapat rekomendasi nutrisi yang baik bagi tubuh.
Jika gejala bulimia nervosa parah dan mengakibatkan komplikasi serius, perawatan di rumah sakit mungkin akan diperlukan untuk membantu mengatasi bulimia yang di alami penderita.
(Sumber: Sehatq.com)