Cegah Virus Corona, Pabrikan Otomotif Italia Turut Tutup Museumnya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 3 Maret 2020 16:24
Cegah Virus Corona, Pabrikan Otomotif Italia Turut Tutup Museumnya
Mulai dari Ferrari sampai Piaggio.

Dream - Virus corona tak hanya memaksa produsen-produsen otomotif menghentikan produksi kendaraannya. Mereka yang memiliki ruang pameran seperti museum juga harus menutup fasilitas tersebut.

Salah satunya dilakukan pembuat mobil mewah Ferrari yang menutup sementara dua museumnya di Italia, yaitu di Maranello dan Modena. Penutupan ini dilakukan atas permintaan dari pemerintah setempat.

Dikutip dari Otosia yang melansir CNBC, Selasa 3 Maret 2020, penutupan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona di Maranello. Dilaporkan sudah ada 220 kasus Covid-19 di Italia.

Ferrari menyatakan siap melakukan beberapa langkah pencegahan baru jika diperlukan.

Virus corona yang menyerang Italia telah menyebabkan harga saham Ferrari turun 5 persen sejak sepekan yang lalu, 24 Februari 2020.

Belasan kota yang berada di wilayah Lombardy Italia, termasuk Milan dan Maranello juga telah mengunci diri dari kunjungan wisatawan. Sekolah, pusat bisnis, dan restoran ditutup, serta membatalkan acara publik.

1 dari 7 halaman

Ducati dan Piaggio Juga Tutup Museum

Tak hanya Ferrari, dua pabrikan motor, Ducati dan Piaggio juga menutup museumnya. Melalui situs resmi perusahaan, Ducati memutuskan untuk menutup sementara museum mereka di Italia, sekaligus melarang berbagai kunjungan ke fasilitas produksi.

" Kami menginformasikan, mengikuti instruksi yang diterima dari Pemerintah Emilia-Romagna dan Kementerian Kesehatan, semua kunjungan ke museum, pabrik, dan Physichal Education Laboratory in Motorbike dilarang dari 24 Februari 2020 sampai Maret 2020," tulis Ducati.

Tak hanya itu, mengutip dari Bennetts.co.uk, hal serupa juga dilakukan oleh Piaggio. Pabrikan skuter legendaris tersebut pun menutup museum mereka yang berada di Pontedera, mulai 25 Februari lalu hingga waktu yang belum ditentukan.

" Secepatnya setelah kondisi kesehatan darurat diturunkan, museum akan kami buka kembali untuk umum," seperti dikutip dari situs resmi Piaggio Italia.

2 dari 7 halaman

Mobil 'Antivirus Corona' Diluncurkan, Berapa Harganya?

Dream - Produsen mobil dari China, Geely, resmi menjual SUV subkompak Icon pada 24 Februari 2020. Peluncurannya dilakukan secara online dan ditonton oleh jutaan orang. Geely bahkan membukukan preorder 30 ribu unit jelang peluncuran mobil ini.

Dikutip dari Carscoops, Kamis 27 Februari 2020, Geely membekali mobil ini dengan fitur teknologi antivirus yang membetot perhatian. Mobil Icon dilengkapi dengan teknologi Intelligent Air Purification System (IAPS).

© Dream

 

Teknologi yang dibenamkan bersama AC ini diklaim bisa mengisolasi dan mengenyahkan partikel berbahaya di dalam udara kabin, termasuk bakteri dan virus. Ya, teknologi ini bisa menjadi magnet untuk menarik konsumen China mengingat ada wabah virus Corona.

Mobil Icon ini menggunakan desain yang minimalis. Subkompak SUV memiliki bodi dengan siluet yang tegas, lampu utama mobil terpisah, dan menggunakan grille “ Expanding Cosmo”. Mobil ini juga didesain dengan loop tailight signature dan pop out door handles.

Di bagian interior, terdapat sistem infotainmeny GKUI Geely Smart Ecosistem. Sistem ini tertanam di pusat komando interaktif di layar 10,25 inci.

3 dari 7 halaman

Harga Mulai Rp381 Juta

Untuk sistem keamanan, Icon mengemas teknologi berkendara cerdas L2+ yang diaktifkan dengan 12 radar ultrasonik, radar gelombang milimeter, serta lima kamera high definition. Ada juga sistem cerdas untuk membantu pengemudi berkendara, seperti lane keep, parkir otomatis satu tombol, dan pengereman darurat.

Geely membekali mobil dengan kamera 360 derajat dan tampilan 180 derajat untuk sisi samping, belakang, dan depan. Tujuannya untuk menghilangkan blind spot.

Bagaimana dengan mesin. Icon mengusung mesin empat silinder turbocharged berkapasitas 1,5 liter. Mobil ini mengusung sistem hybrid dengan tegangan 48 volt. Mobil itu mengusung mesin hybrid yang mesin bensinnya bisa mengeluarkan tenaga 174 HP dan mesin 48 volt berdaya 10 kW. Icon bisa melaju hingga 100 km dalam 7,9 detik.

Harganya bervariasi, mulai dari 115.800 yuan sampai 128.800 yuan (Rp381,81 juta-Rp424,68 juta).

4 dari 7 halaman

Wabah Corona, Turis China Dilarang Masuk Pameran Otomotif India

Dream - India akan menggelar pameran India’s Auto Expo dalam waktu dekat. Namun, kebijakan asosiasi produsen otomotif setempat melarang orang-orang Tiongkok untuk hadir karena virus corona.

Padahal, mobil-mobil buatan Tiongkok ikut mejeng dalam pameran ini. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara asosiasi otomotif setempat.

Dikutip dari BBC, Senin 10 Februari 2020, kebijakan itu bertujuan untuk mencegah perluasan penyebaran virus corona.

 

© Dream

 

Tak hanya itu, di pameran ini, gelaran besar di Asia juga akan “ kehilangan” delegasi yang biasa datang dari perusahaan Tiongkok karena larangan bepergian.

Penjualan otomotif diprediksi bakal merosot. Hal ini disebabkan oleh produsen-produsen otomotif di Tiongkok yang `tutup warung` sementara akibat penyebaran virus corona.

5 dari 7 halaman

Pembeli Sepi dan Toko Tutup, Ini Kisah Pilu Bisnis Sekarat Karena Virus Corona

Dream - Jian Guolong, pendiri jaringan restoran populer di China, Xi Bei, mengaku hanya punya uang untuk mencukupi kehidupannya selama tiga bulan ke depan. Virus corona yang melumpuhkan sebagian besar China perlahan-lahan membunuh bisnisnya.

Uang tersebut masih sangat kurang. Dia harus membayar uang sewa serta menggaji lebih dari 20 ribu pegawainya. Bisnis restorannya tengah sekarat. Tak ada satupun pelanggan mau datang.

 

© Dream

 

Guolong bukan satu-satunya yang pusing tujuh keliling. Persoalan serupa dihadapi perusahaan korporasi besar.

Cathay Pacific, maskapai penerbangan ternama asal Hong Kong, dibelit masalah yang sama. Perusahaan telah meminta 27 ribu pegawainya untuk libur selama tiga pekan. Cuti tanpa dibayar.

Kondisi ini pernah dialami saat krisi keuangan global menerjang dunia di tahun 2009.

6 dari 7 halaman

Tak Ada yang Berani Buat Kontrak Baru

Sementara perusahaan restoran cepat saji, Yum China memperkirakan penjualan dan keuntungan mereka akan negatif di tahun 2020. Mereka telah menutup 30 persen restoran di seluruh China.

Kisah bisnis yang menanti ajal itu hanya sedikit dari banyak cerita pilu akibat wabah virus corona yang mencemaskan dunia.

" Epidemik ini telah menyebabkan penghentian sejumlah pabrik klien," ujar CEO perusahaan startup, Black Lake Technologies, Zhuo Yuxiang dikutip Dream dari laman Forbes, Jumat, 7 Februari 2020.

Menurung Zhou, para klien menahan diri untuk membuat kontrak baru dan proses produk disetop sementara. Kondisi yang membuat bisnis mandeg.

Zhou saat ini memiliki klien dari 300 pemilik pabrik dari bisnis pengelolaan data lewat aplikasinya.

 

7 dari 7 halaman

Hanya yang Bertahan Bisa Lihat Masa Depan

Dampak virus corona yang bermutasi menjadi 2019-nCoV ini diperkirakan bakal lebih parah dari SARS di tahun 2003 lalu. Pemerintah China telah memerintahkan seluruh pengelola mal untuk tutup, bioskop dan pabrik berhenti beroperasi.

Dengan industri manufaktur dan aktivitas bisnis yang terhenti, pertumbuhan PDB China di kuartal I-2020 kemungkinan akan mengkerut menjadi 3,8 persen. Itu setara dengan US$ 62 miliar. Perkiraan ini dikeluarkan ekonom UBS, Wang Tao.

Sejumlah roda bisnis akan terpukul sangat keras dengan wabah virus corona ini. Selain restoran, bisnis katering, hiburan, layanan jasa, retail dan transportasi akan terkena imbas.

" Downsize jika diperlukan, relokasi pabrik jika butuh, atau PHK karyawan jika mendesak," tulis Wang Ran, pendiri persahaan investasi CEC Capital dalam blog terbarunya. " Hanya mereka yang bisa melwati masa ini dapat bertahan dan melihat masa depan."

(Sah, Sumber: Forbes)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More