Ilustrasi Zoom (Sumber:Pexels.com)
Dream - Aplikasi video conference, Zoom, mendapat pamor sejak imbauan physical distancing dan work from home diberlakukan. Sejumlah perusahaan dan sekolah menggunakan aplikasi ini untuk melakukan rapat atau belajar jarak jauh.
Beberapa orang yang kangen dengan teman hangout juga banyak yang memakai aplikasi Zoom hanay untuk melihat wajah teman dan ngobrol ngalor-ngidul.
Namun di balik popularitas yang sedang naik daun, laporan terbaru dari Washington Post mengungkapkan kabar mengejutkan. Dilaporkan ribuan rekaman panggilan video pribadi dibiarkan terbuka sehingga bisa diakses oleh siapa saja pengguna internet.
Laporan tersebut mengatakan bahwa video, seperti rapat bisnis perusahaan yang melibatkan catatan keuangan pribadi dan kelas online di mana rincian pribadi siswa terungkap, bisa dilihat siapa saja yang melihat rekaman tersebut.
Yang lebih mengejutkan, tamu tak diundang ini dapat dengan mudah mengakses video itu hanya dengan “ pencarian online sederhana”

Semua rekaman video Zoom yang dinamai dengan cara yang sama akan membuat siapapun dengan mudah untuk mengunduh dan melihat ribuan panggilan pribadi antara orang-orang di seluruh dunia. Namun rekaman ini tidak berlaku untuk semuanya.
Ada juga bukti dalam laporan yang menunjukkan Zoom menggunakan perangkat lunak untuk merekam panggilan video dan menyimpannya di sistem penyimpanan online terpisah tanpa kata sandi atau keamanan. Alhasil, video itu bisa saja bocor meski tidak memengaruhi mereka yang tetap di dalam sistem aplikasi sendiri.

Namun jangan dulu panik. Tidak semua video Zoom dapat direkam. Hal itu tergantung dari pengguna yang dapat memilih untuk merekamnya dan menyimpannya di desktop mereka atau server Zoom. Pengguna lainnya akan menerima notifikasi.
Mantan peneliti Badan Keamanan Nasional AS, Patrick Johnson mengatakan Zoom bisa " melakukan pekerjaan yang lebih baik" untuk mengingatkan pengguna melindungi konten yang direkam.

Zoom dalam pernyataan mengatakan para pengguna diingatkan agar berhati-hati saat menyimpan video yang direkam.
" Jika pengguna memilih untuk mengunggah rekaman pertemuan mereka di tempat lain, kami mendesak mereka untuk sangat berhati - hati dan transparan dengan peserta rapat, apakah pertemuan tersebut mengandung informasi sensitif,”ungkap perusahaan dalam sebuah pernyataan di portal berita.
CEO Zoom, Eric Yuan, mengklaim bahwa aplikasinya telah berhasil diakses " lebih dari 200 juta pengguna" pada bulan Maret, sebagaimana dilaporkan oleh Star.
Bagi pengguna Zoom, diharapkan lebih berhati-hati jika berencana merekam percakapan. Kita tidak pernah tahu siapa yang memiliki akses untuk melihat detail informasi pribadi kita.
(Sah, Sumber World of Buzz)
Advertisement

Pluang Luncurkan Saham Indonesia, Gabungkan Akses Pasar Global dan Domestik dalam Satu Aplikasi
Throwback Serunya Dream Day Ramadan Fest bersama Royale Parfume Series by SoKlin Hijab


MEMAHAMI HPV PADA ANAK LAKI-LAKI: MENINGKATKAN KESADARAN KESEHATAN GENERASI MASA DEPAN

Dukung Kartini Masa Kini, Sasa Hadirkan Solusi Masak Lezat Habis Tanpa Sisa

Dukung Kartini Masa Kini, Sasa Hadirkan Solusi Masak Lezat Habis Tanpa Sisa

MEMAHAMI HPV PADA ANAK LAKI-LAKI: MENINGKATKAN KESADARAN KESEHATAN GENERASI MASA DEPAN
