Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penampakan Matahari Buatan Yang Dikembangkan China. (Foto: Institute Of Plasma Physics Chinese Academy Of Sciences)
Dream - Kemajuan teknologi dalam bidang nuklir telah memasuki babak baru. Para ilmuwan China telah berhasil menciptakan matahari buatan.
Pencapaian tersebut merupakan tonggak penting untuk meniru proses matahari menghasilkan energi yang disebut dengan fusi nuklir.
Tim ilmuwan dari China's Institute of Plasma Physics mengumumkan minggu ini bahwa reaktor Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) di Hefei Institutes of Physical Sciences telah mencapai panas 100 juta derajat Celsius.
EAST mampu menghasilkan suhu yang diperlukan untuk menciptakan reaksi fusi nuklir sehingga bisa memproduksi lebih banyak energi. Karena kemampuannya itu EAST dijuluki matahari buatan.
Sebagai perbandingan, plasma panas matahari dilaporkan sekitar 15 juta derajat Celcius. Namun plasma di matahari buatan China lebih panas enam kali daripada matahari itu sendiri.
Pencapaian ilmuwan China itu akan menjadi terobosan ilmiah yang sangat besar. Matahari buatan ini akan menyediakan cara yang aman bagi dunia untuk menghasilkan sejumlah besar energi bersih.
Selain itu, pencapaian tersebut juga merupakan langkah penting bagi kemajuan ilmu fusi nuklir di masa mendatang.
" Ini tentu langkah yang signifikan untuk program fusi nuklir China dan perkembangan bagi seluruh dunia," kata Profesor Matthew Hole dari Australian National University.
" Manfaatnya sangat besar karena merupakan produksi energi berkelanjutan dalam skala yang besar, tapi tanpa gas emisi rumah kaca dan limbah radioaktif yang sulit diuraikan," tambahnya.
Dia menambahkan bahwa reaktor fusi nuklir ini juga menghindarkan risiko terkait dengan reaktor fisi nuklir yang banyak digunakan saat ini.
Selama ini, negara-negara maju mengadopsi proses fisi nuklir menjadi senjata berbahaya dan rentan terhadap kemungkinan terjadinya bencana.
Dr Hole mengatakan bahwa fusi nuklir sebagai sumber energi bersih telah menarik investasi besar dari negara-negara di seluruh dunia.
Dia mengatakan bahwa pencapaian oleh EAST akan menjadi penting untuk pengembangan percobaan besar ilmu fusi nuklir global berikutnya yang disebut International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER).
Saat ini sebanyak 35 negara termasuk China berkolaborasi untuk membangun ITER di Perancis selatan. ITER diharapkan menjadi perangkat fusi eksperimental pertama untuk menghasilkan energi bersih.
ITER dirancang agar bisa memproduksi 10 kali lebih banyak energi daripada daya yang dipakai untuk menjalankannya.
Meski ITER hanyalah fasilitas eksperimental dan tidak akan memanfaatkan energi fusi untuk menciptakan listrik. Tapi, jika berhasil, ITER dapat membuka jalan bagi pabrik fusi nuklir di masa depan.
ITER diharapkan siap untuk menciptakan plasma pertamanya dan memulai operasinya pada tahun 2025.
(Sumber: ABC News)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya