Mengenal Standar Motor, Mana Harus Sering Dirawat?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 27 Januari 2019 07:01
Mengenal Standar Motor, Mana Harus Sering Dirawat?
Komponen ini sangat membantu untuk menegakkan motor, terutama ketika hendak parkir.

Dream – Pernah membayangkan ribetnya memiliki sepeda motor tapi tak punya standar? Meski bentuknya terlihat simple dan minim teknologi, standar menjadi komponen penting bagi sebuah kendaraan roda dua. 

Biasanya sebuah motor memiliki dua standar yaitu standar pinggir dan tengah. Fungsi dan perawatan juga berbeda.

Dikutip dari Queenrides, Sabtu 26 Januari 2019, standar pinggir biasanya banyak digunakan pemilik motor. Ini tak lepas dari cara menggunakannya yang praktis dan tak merepotkan pengendara wania.

Biarpun hanya satu kaki, standar itu bisa menopang bobot motor.

Standar pinggir biasanya jarang macet karena si pemilik sering menggunakannya.

Berbeda halnya dengan standar tengah. Alat pemangku kendaraan saat berhenti ini jarang dipakai. Biasanya pemilik kendaraannya baru menggunakan standar tengah saat sedang berada di parkir yang padat. 

Kini dengan banyaknya sepeda motor matic, standar tengah mungkin makin banyak digunakan saat starter eletric tak berfungsi. Sistem kelistrikan motor matik memang mensyaratkan standar pinggir tak diturunkan saat menyalakan dengan starter  electric.

 

Sebagian pengendara wanita mungkin jarang menggunakan standar tengah. Alasannya, mereka harus mengangkat body motor yang cukup berat untuk menggunakan standar ini.

Karena jarang dipakai, standar tengah umumnya sering mengalami masalah seperti macet. Belum lagi kotoran dan lumpur yang menempel di standar itu. 

Agar standar pinggir dan tengahmu tetap oke, kamu harus sering-sering merawatnya. Jangan lupa untuk mengoleskan cairan anti karat secara berkala.

Semoga bermanfaat, ya!

1 dari 3 halaman

Ingat! Tak Cuma Motor, Helm Juga Perlu Dirawat

Dream – Helm menjadi “ kebutuhan pokok” bagi pengendara motor. Helm yang dipilih dan dirawat dengan benar, akan membuat pengendara sepeda motor merasa lebih nyaman ketika menggunakannya.

Perawatan helm perlu dilakukan agar helm bisa awet. Dengan begitu, secara otomatis, kamu bisa menghemat uang karena tak perlu membelinya kembali.

Dikutip dari Suzuki, Minggu 20 Januari 2019, merawat helm agar “ berumur panjang” ini sangat mudah. Kalau ada debu di helm, kamu bisa menyekanya terlebih dahulu. Kemudian, diberi cairan untuk membersihkan helm.

Kedua, mencucinya. Kondisi kepala orang berbeda-beda. Ini sangat berpengaruh terhadap cara menyikapinya. Ada orang yang terlalu berkeringat. Ada juga yang tidak.

Setiap sebulan sekali atau dua bulan sekali, kamu bisa mencuci helm secara keseluruhan. Kalau keringat yang menempel di bagian dalam helm dibiarkan, itu akan menimbulkan banyak bakteri yang tentunya tak baik untuk kesehatan.

2 dari 3 halaman

Jangan Sembarangan Modifikasi Tali Helm, Bahaya Mengintai!

Dream – Helm berfungsi sebagai perangkat keselamatan dan pelindung kepala pengemudi motor. Sebagai pelindung kepala, helm tentu harus memiliki kualitas dan ketahanan helm yang terbaik.

Desain helm juga sudah dirancang dan dipikirkan sedemikian rupa oleh ahli untuk memberikan keamanan bagi pengendara ketika terjadi kecelakaan di jalan raya.

Tapi, sayangnya tak sedikit pengendara motor yang kurang memahami proses uji dan desain helm tersebut.

Belakangan cukup banyak pengendara motor yang memodifikasi tali helm dari model quick release menjadi double d ring seperti helm-helm yang dipakai oleh para pembalap MotoGP.

Dikutip dari Suzuki, Sabtu 8 Desember 2018, ada satu alasan yang sering mereka utarakan kenapa mengganti tali model sesuai dengan keinginan tersebut. Mereka mengubahnya dari yang bertipe quick release ke double d ring. Alasannya, mereka hanya merasa bosan.

Padahal, pengendara motor harus tahu bahwa modifikasi di helm tersebut tidak diperbolehkan.

Mengapa?

3 dari 3 halaman

Ini Risikonya

Kalau diganti, pemakainya tidak tahu pasti bagaimana kualitas pengerjaan dan bahan yang dipakai untuk membuat tali helm tersebut. Ingat, bahan dari pabrikan punya kualitas yang sudah lulus tes.

Risiko putus bisa terjadi pada talinya atau rivetnya. Hal seperti itu biasanya sudah diperhitungkan dengan detail oleh pabrikan helm.

Ancaman lain yang harus dihadapi mereka yang mengganti tali helmnya adalah pengguna harus menanggung akibat sendiri dari keputusannya. Tanggung jawab terhadap kegagalan tersebut tidak bisa ditimpakan kepada produsen pembuat helm. Pengerjaan modifikasi yang dilakukan bukan atau tidak atas rekomendasi pabrikan.

Mengganti tali helm memang sangat mudah dan harga yang ditawarkan penjualnya pun terbilang terjangkau. Tapi kamu harus ingat bahwa fungsi tali helm tersebut sangat krusial untuk keamanan dan sangat disarankan untuk tidak menggantinya sembarangan.(Sah)

Beri Komentar