Cara Unik Karyawan Zara Berdemo

Reporter : Ratih Wulan
Selasa, 7 November 2017 09:43
Cara Unik Karyawan Zara Berdemo
Fashion ritel paling diminati anak-anak muda ini menjadi sorotan setelah muncul petisi di Change.org.

Dream - Zara dikenal sebagai salah satu penguasa retail fashion global. Menawarkan varian cutting dan kualitas premium, yang selalu berhasil menarik hati para pelanggannya. Bahkan, sekelas Kate Midletton pun ikut mengenakan koleksinya.

Namun baru-baru ini, para pelanggan toko Zara di Istanbul, Turki, dibuat heran dengan adanya pesan yang ditinggalkan di dalam barang belanjaannya.

Pesan itu dibuat oleh para karyawan konveksi yang menuliskannya pada tag pakaian. Para pekerja kompak melakukan aksi ini, dengan tujuan agar terbaca oleh para pelanggan yang berbelanja ke gerai Zara.

Shutterstock

Dilansir dari The Sun, aksi itu merupakan protes dari para karyawan Zara yang dipekerjakan oleh Bravo, sebuah firma perusahaan yang baru saja ditutup.

Para pekerja ini mengaku belum mendapatkan gaji selama tiga bulan, termasuk uang pesangon. Bos mereka diduga kabur sejak bulan Juli 2016, membawa sebagian besar uang karyawan. Tepat sebelum perusahaan tersebut ditutup.

Hal itu semakin dipicu oleh petisi yang dibuat oleh para pekerja tekstil di Turki lewat situs change.org.

Shutterstock

Melalui petisinya, mereka menulis;

" Kami, para pekerja tekstil di Turki yang telah bekerja selama empat tahun untuk merek besar seperti Inditex (Zara), Next dan Mango. Kami merupakan orang-orang dibalik produk mereka, dan kami selalu bekerja dengan memastikan telah memenuhi standar yang berlaku. Kami membawakan profit untuk mereka."

" Sekarang, kami menuntut rasa hormat sebagai bentuk kompensasi atas kerja keras kami. Yang kami inginkan tak lebih dari sekadar hak asasi! Kami mengajak komunitas internasional untuk mendukung, mendandatangani dan menyebarkan kampanye ini! Bertanda tangan di bawah ini, 140 karyawan pabrik Bravo."

Namun, menurut laporan Indianatimes, Zara dan merek induknya menolak semua tuduhan tersebut. Mereka mengatakan telah memenuhi undang-undnag ketenagakerjaan sesuai dengan standar internasional. 

(ism, Laporan: Annisa Mutiara Asharini)

Beri Komentar