Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi Membaca Al-Quran. (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Setiap surat di dalam kitab suci Al-Quran diawali dengan kalimat yang disebut dengan fawatihus suwar. Fawatihus suwar merupakan ilmu Al-Quran yang fokus membahas kalimat-kalimat pembuka suatu surat. Ilmu fawatihus suwar cenderung mempelajari arti dan tafsir dari kalimat-kalimat tersebut.
Al-Quran yang terdiri dari 114 surah ini pasti diawali dengan berbagai macam bentuk kalimat. Di dalam ulumul quran, pembahasan mengenai awal atau pembuka surah al-Quran dinamakan dengan fawatihus suwar.
Fawatihus suwar terdiri dari dua kata yaitu fawatih dan suwar. Fawatih merupakan bentuk jamak dari mufrad fatihun yang artinya 'pembuka'. Sementara suwarun adalah bentuk jamak dari mufrad suratun yang artinya ‘surat’. Dari kedua kata tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa fawatihus suwar adalah kalimat pembuka atau awal dari setiap surat di dalam Al-Quran.
Rupanya terdapat berbagai macam bentuk fawatihus suwar. Kira-kira apa saja macam-macam bentuk fawatihus suwar? Simak ulasan selengkapnya berikut ini yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber.
Mengutip dari Tafsir Alquran, para ulama sepakat bahwa Allah SWT mengawali firman-Nya dalam sebuah surat Al-Quran dengan salah satu dari macam-macam kalam yang berbeda. Terdapat sepuluh macam bentuk fawatihus suwar, yaitu:
Bentuk fawatihus suwar yang pertama adalah pujian kepada Allah SWT. Dalam kitab Al-Burhan fi Ulum al-Quran, Imam Badruddin Muhammad bin Abdillah az-Zarkasyi menyebutkan, fawatihus suwar berbentuk pujian kepada Allah ini ada dua macam, yaitu pujian untuk mengukuhkan sifat kesempurnaan-Nya dan pujian untuk meniadakan kekurangan-Nya.
Terdapat 14 surat yang diawali dengan fawatihus suwar berbentuk pujian kepada Allah SWT. Setengahnya untuk mengukuhkan sifat kesempurnaan dan setengah yang lain untuk meniadakan kekurangan.
Surat yang diawali dengan pujian atas pengukuhan kesempurnaan Allah adalah:
Surat yang diawali dengan pujian untuk meniadakan kekurangan-Nya adalah:
Fawatihus suwar berupa huruf hijaiyah (huruf muqaththa'ah) paling banyak terdapat di dalam Al-Quran. Terdapat 29 surat yang diawali dengan huruf muqaththa'ah yaitu:
Macam fawatihus suwar yang ketiga adalah panggilan atau nida' kepada orang yang diajak bicara (mukhotob). Bentuk yang satu ini biasanya menggunakan huruf-huruf nida' seperti ya' panjang. Terdapat 10 surat yang diawali dengan panggilan, lima surat berupa panggilan kepada Rasulullah SAW, sedangkan 5 surat lainnya panggilan kepada umat manusia.
Kalimat berita atau dalam bahasa Arab disebut jumlah khabariyah yang mengandung kebenaran atau kebohongan. Fawatihus suwar yang satu ini berupa jumlah fi’liyah dan jumlah ismiyah. Terdapat 23 surat yang diawali dengan jumlah khabariyah, yaitu:
Sumpah pada fawatihus suwar menggunakan huruf qasam wawu. Ilmu yang mempelajari sumpah dalam Al-Quran adalah ‘Ilmu Aqsamul Quran.Terdapat 15 surat dalam Al-Quran yang mengandung fawatihus suwar berupa sumpah, yaitu:
Syarat merupakan kalimat yang membutuhkan jawaban ‘maka’. Saat membahas syarat, ada tiga unsur yang perlu diperhatikan: adat asy-syarthi, fi’lu asy-syarthi, dan jawab asy-syarthi.
Terdapat 7 surat di dalam Al-Quran yang diawali dengan syarat. Semua surat ini diawali dengan adat asy-syarthi berupa ‘idza’.
Bentuk fawatihus suwar selanjutnya adalah perintah atau ‘amr. Terdapat 6 surat yang didahului dengan perintah yaitu:
Istifham merupakan kalimat pertanyaan yang juga menjadi salah satu dari bentuk fawatihus suwar. Jumlah surat yang didahului dengan kalimat pertanyaan ada 6 surat, yaitu:
Bentuk kalam fawatihus suwar yang selanjutnya adalah doa, baik berupa harapan baik maupun buruk. Terdapat 3 surat yang didahului dengan doa, yaitu:
Bentuk fawatihus suwar yang kesepuluh adalah at-ta’lil atau alasan. Hanya terdapat satu surat di dalam Al-Quran yang diawali dengan pertanyaan yaitu Surat Al-Quraisy.
Itulah penjelasan tentang macam-macam fawatihus suwar yang penting diketahui oleh setiap umat Islam.
Semoga bermanfaat!
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya