Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebanyak 13 ilmuwan membuat kesimpulan cukup menghebohkan terkait gurita (Octopus) lewat artikel ilmiah yang termuat pada Progress in Biophysics and Molecular Biology. Dalam artikel itu, mereka mengklaim gurita sebagai alien.
Mereka berpendapat letusan Kambrium (Cambrian Explosion) atau kemunculan filum utama secara cepat pada 540 juta tahun lalu merupakan intervensi ekstraterestrial.
Selain itu, para peneliti juga mengajukan gagasan virus alien yang jatuh ke Bumi telah menginfeksi populasi cumi-cumi purba. Kondisi itu menyebabkan cumi-cumi purba berubah menjadi gurita.
Teori lain yang muncul yaitu cumi-cumi yang dibuahi atau telur gurita dikirim ke Bumi dengan meteor.
Laporan The Independent, ide ini pada dasarnya merupakan konsep baru dari hipotesis 'panspermia'. Hipotesis ini menyatakan kehidupan ada di seluruh alam semesta karena meteoroid, asteroid, dan planetoid.
Chandra Wickramasinghe, salah satu penulis artikel menguatkan teori ini. Dia dan beberapa peneliti lain beralasan gurita memiliki keanehan.
Gurita adalah hewan moluska, yang berarti mereka adalah 'sepupu dekat' siput. Perbedaannya, gurita sangat cerdas.
Gurita punya otak yang besar dan sistem syaraf yang canggih. Para peneliti juga menyatakan gurita punya mata mirip kamera, tubuh yang fleksibel, dan kemampuan berkamuflase yang baik dengan mengubah warna dan bentuk badan.
(Sah, Laporan: Liputan6.com/Elin Yunita Kristanti)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya