Ini yang Akan Terjadi Saat Matahari Padam dan Mati

Reporter : Sugiono
Jumat, 11 Mei 2018 08:01
Ini yang Akan Terjadi Saat Matahari Padam dan Mati
Selama ini ilmuwan masih bingung dengan apa yang akan terjadi selanjutnya setelah satu-satunya bintang di galaksi Bima Sakti itu mati.

Dream - Kabar sedikit melegakan datang dari para ilmuwan Inggris di Universitas Manchester. Para ilmuwan sepakat soal teori bahwa Matahari akan padam dalam 5 miliar tahun yang akan datang.

Selama ini mereka juga masih bingung dengan apa yang akan terjadi selanjutnya setelah satu-satunya bintang di galaksi Bima Sakti itu mati.

Namun temuan terbaru mereka berhasil menguak sedikit misteri yang selama ini menyelimuti kelangsungan hidup Matahari.

Profesor Albert Zijlstra dari School of Physics & Astronomy, bersama sebuah tim astronom internasional, memperkirakan Matahari akan berubah menjadi cincin raksasa yang melayang di luar angkasa ketika mati.

Cincin raksasa yang terdiri dari gas dan debu bercahaya itu kemudian dikenal sebagai nebula planeter.

Kejadian tersebut seperti mengulang peristiwa terbentuknya nebula planeter lain sebelumnya.

Nebula planeter menandai 90 persen kematian semua bintang-bintang aktif di alam semesta. Aktivitas dan jejak bintang pada akhirnya meredup dan berubah menjadi bintang kerdil putih.

Namun, selama bertahun-tahun, para ilmuwan tidak yakin apakah Matahari mengikuti jejak yang sama dengan bintang-bintang mati tersebut.

Masalahnya, Matahari dianggap memiliki massa yang terlalu rendah untuk membentuk nebula planeter yang bisa dilihat dengan peralatan yang ada.

Menurut Profesor Zijlstra, ketika sebuah bintang mati, ia mengeluarkan massa gas dan debu - yang dikenal sebagai envelope - ke ruang angkasa.

Envelope itu bisa mencapai setengah massa bintang tersebut. Proses ini akan memperlihatkan inti bintang. Pada titik ini bintang tersebut telah kehabisan bahan bakar, yang menyebabkannya padam sebelum akhirnya mati.

" Sebelum benar-benar mati, inti panas bintang membuat envelope bersinar sangat terang selama sekitar 10.000 tahun - sebuah periode yang singkat dalam ilmu astronomi.

" Proses ini yang membuat nebula planeter terlihat. Beberapa sangat terang sehingga mereka dapat dilihat dari jarak yang sangat jauh kira-kira puluhan jutaan tahun cahaya. Meskipun bintang itu sendiri terlalu redup untuk dilihat," jelas Profesor Zijlstra.

Untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Matahari setelah mati itu, Profesor Zijlstra dan timnya mengembangkan model data bintang baru yang bisa memprediksi siklus hidup bintang-bintang.

Model ini digunakan untuk memprediksi kecerahan atau luminositas dari envelope yang dikeluarkan, terlepas dari massa dan usianya.

Penelitian Profesor Zijlstra dan timnya ini diterbitkan di Nature Astronomy edisi Mei 2018.

(Sah/Sumber: sciencedaily.com)

 

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen