Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Baru 12 Tahun, Bocah Ini Sudah Pegang Jabatan Sebagai Ilmuwan Data. (Foto: ANI / Linkedin)
Dream - Anak berusia 12 tahun pada umumnya mungkin masih sibuk bermain dengan teman sepulang dari sekolah. Termasuk juga anak-anak di Indonesia.
Tidak hanya itu, kebanyakan anak kelas 6 atau 7 di Indonesia juga masih perlu bimbingan agar bisa mendapat nilai maksimal.
Karena itu anak-anak di usia tersebut bisa dikatakan belum cukup dewasa dalam membuat keputusan besar dalam hidup mereka.
Tetapi tidak demikian dengan bocah 12 tahun di India ini. Di usia yang masih begitu belia, dia sudah menjadi data scientist (ilmuwan data) di sebuah perusahaan.
Bocah bernama Siddharth Srivastav Pilli itu menjadi data scientist di sebuah perusahaan perangkat lunak di Hydrebad.
Usia yang sangat belia dan bisa dibilang tergolong anak-anak bukan halangan bagi Pilli untuk bekerja.
Pilli, yang masih duduk di kelas tujuh, mengatakan, ayahnya adalah orang yang membantunya menjadi seperti sekarang ini.
Kisah dia bisa jadi data scientist berawal dari rasa penasaran terhadap cara kerja game yang dimainkannya.
Sejak saat itu, Pilli diminta ayahnya untuk belajar cara membuat game komputer sendiri.
Setelah belajar tentang pemrograman, siswa Sekolah Sri Chaitanya ini mulai mengembangkan game sendiri.
Tidak hanya itu, dia juga mengunggah caranya membuat game di saluran YouTube.
Yang patut mendapat acungan jempol, Pilli juga punya akun Linkedin sendiri.

Siddhart Srivastav Pilli terpilih sebagai data scientist di sebuah perusahaan bernama Motaigne Smart Business Solutions.
Dilansir Dewaweb.com, seorang data scientist bertanggung jawab membersihkan, memproses, dan mengolah data besar yang sudah dikumpulkan oleh data engineer di suatu perusahaan.
Data scientist juga tak jarang harus melakukan eksperimen untuk membuktikan dan memberikan saran yang paling tepat untuk perkembangan sebuah organisasi, perusahaan, dan badan usaha.
Setiap hari, data scientist berhadapan dengan program olah data. Setidaknya, seorang data scientist harus menguasai bidang pemrogaman data, komunikasi, matematika, statistik, dan eknomi.
Gaji seorang data scientist ini juga tak main-main, bisa puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulannya.
Sumber: Siakapkeli.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya