Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Peringatan bagi ibu-ibu atau bapak-bapak untuk berhati-hati ketika membonceng anak yang memakai jas hujan.
Seorang siswa Taman Kanak-Kanak (TK) berusia empat tahun meninggal akibat lehernya terjerat jas hujan saat dibonceng oleh tantenya.
Entah karena kepanjangan atau apa, jas hujan yang dikenakan korban tersangkut pada sproket atau rantai belakang sepeda motor.
Kecelakaan fatal tersebut dilaporkan terjadi di Kampung Gong Tanah Merah, Jertih, Terengganu, Malaysia.
Korban yang dikenal sebagai Nur Irdina Najwa Bin Rosli baru saja menemani tantenya ke sebuah acara di Kampung Gong Nering.
Saat sedang dalam perjalanan ke Kampung Darau, jas hujan yang dikenakan korban tiba-tiba tersangkut pada rantai belakang sepeda motor yang dikemudikan tantenya.
Kepala Polisi Distrik Besut, Inspektur Abdul Rozak Muhammad, mengatakan akibat jas hujannya tersangkut, korban jatuh di jalan.
Jas hujan yang tersangkut itu kemudian mencekik leher korban sementara sepeda motor menimpa kepala Nur Irdina.
" Jas hujan itu kemudian mencekik leher korban dan Nur Irdina dinyatakan meninggal di tempat kejadian. Sementara pengendara sepeda motor tidak terluka," kata Abdul Rozak.
Seorang saksi mata bernama Sabri Muda mengaku sempat menolong korban namun sudah terlambat.
Dia mengatakan telah berusaha membantu melepaskan jas hujan yang mencekik leher korban tetapi upayanya tidak berhasil.
" Sepeda motor itu menindih kepalanya. Saya bergegas mengambil pisau dan mencoba memotong jas hujan tetapi tidak bisa. (Setelah) saya mengambil kunci pas dan membongkar rantai sepeda motor, baru dapat mengangkat jenazahnya," tutur Sabri.
Sementara itu, nenek korban, Haminah Awang Ahmad, mengatakan dia sangat terpukul dengan musibah itu. Dia menceritakan jika sang cucu yang akrab dipanggil Wawa adalah anak yang sangat baik dan rajin sholat.
Dia menambahkan Wawa, yang merupakan anak tertua dari tiga bersaudara, baru saja pulang kampung untuk liburan sekolah.
" Pada saat kejadian, saya tidak di rumah karena menemani ibunya ke Kampung Raja. Karena itulah Wawa ingin ikut tantenya pagi tadi," kata neneknya.
Jenazah korban dikirim ke Rumah Sakit Besut untuk tindakan lebih lanjut. Hasil otopsi mengkonfirmasi bahwa almarhum meninggal karena cedera leher parah. Jasad Nur Irdina Najwa dimakamkan di Pemakaman Islam di Kampung Wood Kelat.
(Sah, Sumber: Ohbulan.com)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan