Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perempuan Di Akun @calicebeachgirl310 Sesungguhnya 'tak Ada' (Foto: Instagram/@calicebeachgirl310)
Dream - Namanya Amanda Smith. Dia memiliki akun Instagram bernama @wanderinggirl. Pengikutnya 31,7 ribu. Melancong, berpetualang, dan memotret, adalah hobinya. Sudah 46 foto bertema liburan dia unggah.
Tetapi, tunggu dahulu. Anda jangan berharap Amanda adalah gadis yang nyata ada. Agensi pemasaran di California, Amerika Serikat, Mediakix, sengaja menciptakan " Amanda" . Selain Amanda, Mediakix juga membuat profil palsu pakar kebugaran bernama @calibeachgirl310.
Menurut laman The Straits Times, Mediakix memutuskan mengambil risiko dengan mengembangkan dua akun tersebut dengan berbagai pertimbangan. Selain itu, mereka ingin meriset sejauh mana media sosial mampu mempengaruhi orang.
Mediakix mengunggah foto model perempuan berambut pirang yang sebelumnya tak pernah tampil. Mereka bahkan menggunakan beberapa gambar ikonik, Cinque Terre di Italia dan Menara Eiffel di Prancis.

Mediakix kemudian mulai membeli pengikut. Mereka membayar hingga US$ 8, sekitar Rp106 ribu untuk setiap 1.000 followers.
" Kami (awalnya) khawatir membelian terlalu banyak pengikut akan mengakibatkan Instagram menghapus akun tersebut," kata agensi tersebut. " Tetapi, kami dengan cepat menemukan bahwa kami dapat membeli hingga 15.000 pengikut sekaligus tanpa menemui masalah apapun."
© Dream
Dalam beberapa minggu, @calibeachgirl310 memiliki 50.000 pengikut dan @wanderingggirl memiliki 31.000.
Tapi untuk menarik sponsor dan penawaran, akun tersebut harus aktif dalam melibatkan para pengikutnya.

Mediakix lalu membeli 'Like' dan komentar pengguna Instagram. Mereka membayar sekitar 12 sen atau Rp1.601 per komentar dan US$9, sekitar Rp120 ribu per 1.000 orang yang menyukainya.
Untuk setiap foto, agen tersebut membeli hingga 'Like' 2.500 orang dan 10 hingga 50 komentar.
Hasilnya, dua akun yang dikembangkan Mediakix menfapatkan kesepatakan untuk mempromosikan dari produk. @calibeachgirl310 memiliki kesepakatan dengan perusahaan baju renang dan @wanderingggirl mencetak persetujuan dengan distributor minuman keras.
Nah, jika Anda menjadi salah satu orang yang mengikuti dua akun itu, maka sekarang sudah tahu, mereka hanyalah karakter palsu. Hanya untuk kepentingan bisnis.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya