Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Tiga orang tewas dan 20 lainnya terluka akibat tersambar petir saat tengah melakukan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-75 di Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten, Senin 17 Agustus 2020.
Peristiwa itu berawal saat puluhan warga tengah merayakan HUT RI dengan menonton pertandingan sepak bola dan musik dangdut di lapangan sepak bola desa setempat.
Menurut salah seorang warga, Fatahilah (31), peristiwa itu terjadi saat warga berteduh karena hujan, usai menonton sepak bola dan musik dangdut dalam perayaan HUT RI.
Tiba-tiba petir menyambar warga yang sedang berteduh. Akibatnya tiga orang meninggal dunia dan 20 lainnya terluka.
" Para korban dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit di Sukabumi, ada keluarga saya juga jadi korban tapi hanya luka-luka dan dibawa ke Puskesmas Cilograng," ujar Fatahilah, dikutip dari merdeka.com, Selasa 18 Agustus 2020.
Kapolsek Cilograng Polres Lebak, Iptu Asep Dikdik, mengatakan, korban yang mengalami luka ringan kini dalam perawatan di PKM Cilograng.
" Korban yang kondisi luka ringan masih dalam perawatan medis di PKM Cilograng. Sedangkan korban yang mengalami luka berat dan kritis di rujuk ke RSUD Pelabuhan Ratu yakni Suryadi (24), Didin (20), Siti Fatimah (23)," ujarnya.
Berikut identitas korban yang meninggal dunia dan mengalami luka-luka.
Irpan (16), Subadri (50) dan Ajid (17), ketiganya warga Kecamatan Cimograng yang dilaporkan meninggal dunia.
Lalu Suparman (17), Rohadi (17), Sutarsih (50), Febriana (22), Erdi (20), Ahen (22), Solihat (15), Mijar (15), Andri (23), Euis (34), Irawati (15), Muna (20), Daman (27), Geira (17), Abidin (17), Mardi (20), Agung (16) luka ringan.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya