Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Menjelang dilaksakannya sidang isbat terkait penetepan 1 Syawal 1437 Hijriah, beberapa petugas diterjunkan ke sejumlah titik untuk memantau posisi bulan. Beberapa diantaranya yaitu dilakukan pemantauan di Pantai Parangtritis Yogyakarta, Jakarta dan Sumatera Barat.
Laporan pertama datang dari Yogyakarta yang menyatakan bahwa Badan Hisab dan Rukyat DIY Yogyakarta tidak melihat tanda-tanda hilal muncul pada Senin, 4 Juli 2016.
Hingga sore ini, hasil peneropongan menunjukan jika bulan baru menunjukan posisi minus satu derajat. Dapat dipastikan saat proses berlangsung, suasana di sekitar pantai sedang cerah serta terang benderang.
Sama halnya dengan hasil pantauan yang dilakukan di Jakarta Barat. Meskipun tak seramai saat awal ramadan lalu, sejumlah petugas tetap terlihat sedang melaksanakan tugasnya di Masjid Al-Musyariin, Jakarta Barat yang memang langganan digunakan sebai titik pantau untuk melihat posisi hilal.
" Bulan masih minus 1 derajat, hilal di bawah matahari karena minimal 2 derajat. sehingga metode rukyat dan hisab tidak bisa dilakukan hari ini," ungkap Ketua Pengola Masjid, Ahmad Syarifudin pada Senin, 4 Juli 2016.
Ahmad melanjutkan, jika dilihat dari posisi bulan saat ini hampir bisa dipastikan bahwa masyarakat Indonesia baru akan merayakan kemenangan pada Rabu, 6 Juli 2016. Sehingga tetap sama seperti penanggalan dan juga keputusan yang telah ditetapkan Pimpinan Pusat Muhammdiyah.
" Berpuasalah kalau hilal sudah terlihat. Maka lebaran juga setelah hilal terlihat, kalau belum terlihat maka genapkan bulan sebelumnya menjadi 30 hari," imbuhnya.
Tak berbeda dengan dua titik lainnya, hingga sore hari hasil peneropangan di masjid Al Muhajirin, Koto Tengah Sumatera Barat juga menunjukan jika bulan masih berada di bawah satu derajat.
" Berdasarkan hisab, tinggi bulan -1 derajat selama 21 menit. Matahari akan tenggelam 18.25, dimana posisi bulan lebih dulu tenggelam daripada matahari. Sehingga hilal tidak terlihat," ungkap salah satu petugas Ahamad Triono.
Lebih jauh Ahmad menegaskan bahwa rukyat tidak mungkin diselenggarakan hari. Sedangkan untuk esok hari diperkirakan bulan berada di posisi 11 derajat, sehingga dengan mata telanjang pun akan jelas terlihat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya