Struktur Di Bawah Laut Yang Dibentuk Oleh Bakteri (NDTV)
Dream - Perairan di sekitar pulau Zakynthos, Yunani, menyimpan struktur misterius pada kedalaman 6 meter di bawah permukaan laut. Jika para turis snorkeling di sini, mereka pasti berpikir telah menemukan kota yang hilang.
Ya, situs yang mereka lihat itu memang terlihat seperti kota. Ada struktur bebatuan simetris, silinder, dan menyerupai mercu suar. Sehingga, siapa saja yang melihat pasti akan mengira itu adalah kota yang tenggelam.
Namun, tunggu dulu. Itu bukanlah kota buatan manusia. Menurut studi yang diterbitkan pada Marine and Petroleum Geology menyebut struktur itu jauh lebih keren.
Bangunan yang sepintas terlihat sangat jelas seperti dibangun oleh manusia itu ternyata sangat mengejutkan. Pembuatnya bukanlah manusia.
Para arkeolog yang meneliti struktur ini mulanya juga bingung. Mengira itu buatan manusia. Namun setelah menyelam ke bawah, mereka tak menemukan koin, tembikar, atau tanda-tanda lain kehidupan, yang biasa ditemukan pada kota-kota peninggalan peradaban kuno.
Para arkeolog pun harus bekerja lebih keras untuk mengetahu struktur apa gerangan yang tengah mereka teliti. Mereka harus mencari teori lain untuk menjelaskan “ pilar” dan “ jalan-jalan” di bawah laut itu.
(ism)
© Dream
Dream - Dan mereka menemukan bukti bahwa tak ada campur tangan manusia pada struktur itu. Semua terjadi secara alami, dibuat oleh bakteri di lautan.
Struktur itu mengandung mineral yang disebut dolomite, kalsium byproduct yang dihailkan oleh mikroba yang memakan metana. Ketika bakteri berkerumun di sekitar sumber gas, kotoran kalsium mereka bereaksi dengan metana untuk menghasilkan zat semen seperti yang membentuk struktur itu.
“ Pada dasarnya apa yang Anda lihat adalah sistim pembuangan bakteri yang memfosil,” kata penulis penelitian tersebut, Julian Andrews, dari University of East Anglia.
Rupanya, “ kota yang hilang” itu bukan menunjukkan adanya peradaban manusia kuno, melainkan bukti adanya kebocoran kuno dari gas yang menembus dasar laut.

Karena gas metana dari dasar laut bocor, maka lokasi itu menjadi tempat berkumpulnya mikroba. Sehingga menjadi fosil dalam berbagai bentuk, baik “ menara maupun “ jalanan”.
Saat ini, tak ada lagi kebocoran gas di sekitar wilayah tersebut. Kebocoran itu diduga terjadi pada 5,3 juta hingga 2,6 juta tahun yang lalu.
Struktur ini bukannya tak biasa. Namun biasanya ditemukan pada tempat yang lebih dalam lagi, di mana gas merembes ke dalam air. (Ism, Sumber: NDTV)
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global