AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Reporter : Eko
Selasa, 8 September 2026 17:02
AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk menyerukan pelarangan senjata otonom yang mampu mengambil nyawa tanpa campur tangan manusia.

DREAM.CO.IC Artificial Intelligence (AI) sejatinya diciptakan untuk mempermudah manusia. Namun nyatanya, kecerdasan buatan hadir bak dua sisi mata uang. Selain bermanfaat, AI juga menghadirkan ancaman bagi manusia.

Dalam sidang Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, menyampaikan kekhawatirannya terhadap perkembangan AI. Dia mengatakan, AI berisiko menjadi teknologi yang sulit dikendalikan tanpa aturan yang mengikat, pengawasan independen, dan batas kewenangan yang jelas.

" AI yang lolos dari lingkungan pengujiannya atau memeras pengembang agar tidak dimatikan adalah AI yang sudah terlalu kuat," kata Türk, dikutip dari laman PBB, Selasa 8 September 2026.

Kecerdasan buatan (AI) (Pexels.com/ Pavel Danilyuk)

Türk bahkan mengingatkan kemungkinan munculnya sistem AI yang sangat kuat, hingga para pengembangnya sendiri tidak lagi mampu mengendalikannya. Dia mengimbau semua pihak untuk membangun jaminan keselamatan terhadap AI.

" Saya menyerukan hari ini agar seluruh upaya dikerahkan untuk membangun jaminan yang benar-benar kokoh bagi keselamatan dan keamanan AI, sebelum semuanya terlambat," beber dia.

Türk menyerukan negara-negara yang menjadi pusat pengembangan serta yang terlibat dalam rantai pasok teknologi AI untuk bekerja sama menetapkan batas yang jelas. " Kita membutuhkan verifikasi independen dan kerja sama yang jauh lebih erat dalam hal keselamatan di sektor ini," ujarnya.

Kecerdasan buatan (AI) (Pexels.com/ Pavel Danilyuk)

Bahaya AI tidak hanya berhenti pada masalah keselamatan teknis. Türk menyebut ada persoalan yang lebih besar, yakni semakin terkonsentrasinya kekuasaan teknologi pada segelintir kelompok dan pengumpulan serta pemrosesan data dalam jumlah sangat besar.

" Hanya segelintir orang yang memiliki kekuasaan hampir tak terbatas atas AI," katanya.

Karena itu, dia menekankan pentingnya mengembangkan teknologi " yang melayani umat manusia, bukan sebaliknya." Menurut Türk, prinsip itu harus diterapkan dalam berbagai bidang, mulai dari pekerjaan, demokrasi, hingga lingkungan. Hak asasi manusia harus tetap menjadi prinsip yang memandu perkembangan teknologi.

Khawatir Senjata Otonom

Kekhawatiran lain yang diungkapkan Türk tertuju pada penggunaan AI dalam peperangan, terutama pengembangan senjata yang mampu mengambil keputusan mematikan tanpa campur tangan manusia.

Drone perang (Pexels.com/ Osman Özavcı)

Dia bahkan mengaku " ngeri" mendengar laporan penggunaan drone otonom Rusia yang menewaskan tiga warga Ukraina bulan lalu. Ukraina yang menjadi rival juga menguji senjata serupa.

" Saya bergabung dengan seruan untuk segera melarang senjata yang dapat mengambil nyawa tanpa keterlibatan manusia," tutur dia.

Menurut dia, perang di Ukraina yang kini memasuki tahun kelima terus menimbulkan korban sipil. Korban tewas dan terluka juga dilaporkan berada di pihak Rusia. Selain itu, perang juga menimbulkan kerusakan infrastruktur energi yang penting.

Beri Komentar