Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Lafal basmalah biasanya tercantum di setiap awal surat di dalam Alquran. Tetapi, lafal ini tidak ada pada Surat At Taubah.
Hal ini mungkin menjadi keanehan tersendiri. Mungkin banyak orang bertanya mengenai penyebab tidak dicantumkannya lafal basmalah.
Persoalan ini berangkat dari kebijakan Khalifah Usman bin Affan yang memerintahkan penulisan Alquran dalam satu mushaf baku. Tugas tersebut dijalankan oleh tim dipimpin Zaid bin Tsabit atas persetujuan para sahabat Rasulullah Muhammad SAW yang sudah senior.
Setelah tim menyelesaikan tugas penyusunan Alquran, Khalifah Usman menyatakan mushaf tersebut sebagai rujukan utama. Kemudian, Khalifah Usman juga meminta semua mushaf yang tidak ditulis oleh tim resmi harus dibakar untuk menjaga otentisitas Alquran.
Di antara isi Alquran, hanya Surat At Taubah yang tidak diawali basmalah. Ada beberapa alasan yang menjadi latar belakang tidak dicantumkannya lafal basmalah pada Surat At Taubah.
Dikutip dari NU Online, beberapa alasan tersebut yaitu pandangan Khalifah Usman yang menganggap Surat At Taubah adalah bagian dari Surat Al Anfal. Pendapat ini disampaikan Khalifah Usman ketika ditanya oleh Ibnu Abbas terkait tidak dicantumkannya basmalah.
Khalifah Usman mendasarkan pendapatnya pada peristiwa diturunkannya Surat At Taubah. Kala itu, Rasulullah Muhammad SAW memanggil sekretaris untuk menulis Surat At Taubah dan mendikte penempatannya.
Menurut Khalifah Usman, Rasulullah SAW tidak menjelaskan Surat Al Anfal adalah bagian dari Surat At Taubah. Sehingga, Khalifah Usman menyusun kedua surat itu secara berurutan tanpa dipisah basmalah.
Alasan selanjutnya, terjadi perselisihan pendapat di antara para sahabat mengenai Surat At Taubah. Sebagian menganggap At Taubah dan Al Anfal adalah satu surat, sementara yang lainnya menganggap dua surat mandiri.
Akhirnya, Khalifah Usman memutuskan untuk tidak mencantumkan basmalah. Sehingga masing-masing pihak bisa menerima penulisan tersebut.
Alasan berikutnya, penjelasan Sahabat Ali bin Abi Thalib kepada Ibnu Abbas. Kala itu, Ali menyatakan basmalah adalah kalimat aman, sementara Surat At Taubah turun karena adanya kondisi tidak aman yaitu peperangan.
Ali juga menyatakan antara aman dan perang tidak dapat disatukan. Karena dalam basmalah terkandung makna kasih sayang, sementara Surat At Taubah berisi kemarahan.
Dari sejumlah alasan tersebut, para sahabat sudah sepakat lafal basmalah tidak dicantumkan. Selain itu, Rasulullah menerima surat tersebut dari Malaikat Jibril juga tidak disertai basmalah, sehingga para sahabat dilanjutkan ulama dulu hingga sekarang sepakat tidak perlu membaca lafal tersebut di awal surat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun