Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Syawal menjadi momen bagi umat Islam meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Meski bukan bulan suci, sejumlah amalan Ramadan tetap bisa dijalankan ketika Syawal.
Begitu memasuki tanggal 2 Syawal, umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa sunah enam hari. Pahala puasa Syawal disebut setara dengan puasa selama setahun penuh.
Tetapi, apakah amalan sunah di bulan Syawal hanya puasa?
Dikutip dari bincangsyariah.com, amalan sunah khusus Syawal lainnya seperti Sholat Idul Fitri. Kesunahan ini berlaku pada setiap Muslim baik baligh maupun belum, wanita suci atau berhadas besar, dewasa hingga anak-anak.
Dalam sebuah hadis, Ummu 'Athiyah berkata,
"Nabi SAW memerintahkan kepada kami pada saat sholat Id (Idul Fitri ataupun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beranjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haid. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haid untuk menjauhi tempat shalat."
Amalan berikutnya adalah iktikaf meski sudah melewati bulan Ramadan. Ibnul Qayyim menyebut tujuan pensyariatan iktikaf yaitu agar hati sibuk memikirkan Allah SWT.
Sehingga, hati dipenuhi cinta kepada Allah. Selain itu, bersemangat meraih kemuliaan dan ketenangan hati.
Amalan selanjutnya adalah silaturahmi, mempererat persaudaraan. Silaturahmi mengandung keutamaan baik dari pahala maupun umur. Selain itu, memupuk kasih sayang dan menyambung rezeki.
Dalam hadis riwayat Bukhari dari Ibnu Umar RA disebutkan,
"Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya."
Kemudian, menikah juga jadi amalan sunah Syawal. Syariat menikah pada bulan Syawal ditetapkan Rasulullah Muhammad SAW untuk membantah anggapan orang Arab jahiliah yang menyebut menikah di bulan Syawal membawa kesialan.
Hal itu tercantum dalam hadis riwayat Muslim dari Aisyah RA.
"Rasulullah SAW menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan Ayawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah SAW yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?" (Perawi) berkata, "Aisyah RA dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal."
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya


Jangan Remehkan Obrolan Basa-Basi, Ternyata Bisa Bantu Mengurangi Kesepian dan Menjaga Kesehatan