Dianjurkan Berpuasa, Ini Niat Puasa Syaban

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 27 April 2021 08:05
Dianjurkan Berpuasa, Ini Niat Puasa Syaban
Nisfu Sya'ban membawa banyak keberkahan.

Dream - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah telah menetapkan awal bulan Sya’ban 1439 Hijriah jatuh pada Selasa (17 April 2018) lalu, persisnya sejak Senin petang kemarin.

Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH A Ghazalie Masroeri mengatakan, hilal terlihat setinggi sekitar 3 derajat pada pukul 17:27:19 WIB di Bukit Condrodipo, Gresik, Jawa Timur, dengan saksi KH Asyhar dan HM Inwanudin.

Dengan perhitungan kalender tersebut, artinya nisfu sya'ban atau tanggal 15 Syaban tentunya jatuh pada Selasa, 1 Mei 2018. 

Seperti kebiasaan masyarakat, hari pertengahan Syaban biasanya disambut dengan menjalankan puasa sunah. Amalan ini termasuk salah satu yang dianjurkan untuk memuliakan datangnya Syaban. Puasa pada bulan ini dipandang memiliki kedudukan setara dengan puasa di bulan-bulan terhormat.

Syeikh Nawawi Al Bantani dalam Nihayatuz Zain menjelaskan demikian.

" Bulan paling utama adalah Ramadan, kemudian Muharram, lalu Rajab, selanjutnya Zulhijah, kemudian Zulqa'dah, lalu Sya'ban. Ucapan mereka dilihat secara zahir mengatakan bahwa pada bulan selain yang disebutkan kesunahannya sama."

Hukum puasa Nisfu Sya'ban merupakan sunah. Tentu sebelum memulainya sangat dianjurkan membaca niat di bawah ini.

niat puasa nisfu sya'ban© dream.co.id

Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnati sya'bana lillahi ta'ala.

Artinya:

" Aku berniat puasa sunah Syaban hari ini karena Allah SWT."

Apabila terlewat membaca niat, misalkan tidak bisa bangun sahur namun sangat ingin puasa Nisfu Syaban, maka boleh melafalkan niat pada pagi hari. Berikut lafal niat puasa Nisfu Syaban ketika matahari sudah tampak.

niat puasa nisfu sya'ban© dream.co.id

Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnati sya'bana lillahi ta'ala.

Artinya:

" Aku berniat puasa sunah Syaban hari ini karena Allah SWT."

1 dari 4 halaman

Doa Pada Malam Nisfu Syaban

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Selain berpuasa, dianjurkan untuk memperbanyak doa di malam Nisfu Syaban. Doa yang bisa dipanjatkan adalah:

Allahumma ya dzal manni wa la yumannu 'alaika, ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thowli wal in'am, la ilaha illa anta dhahral lajin wa jaral mustajirin wa ma'manal kha'ifin.

Allahumma in kunta katabtani 'indaka fî ummil kitabi syaqiyyan aw makhruman aw muqtarran 'alayya fir rizqi, famkhullahumma fi ummil kitabi syaqawati wa khirmani waqtitara rizqi, waktubni 'indaka sa'idan marzuqan muwaffaqan lil khoirat. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fi kitabikal munzal 'ala lisani nabiyyikal mursalin, yamkhullahu ma yasya'u wa yutsbitu, wa 'indahu ummul kitab, wa shallallahu 'ala sayyidina muhammad wa ala alihi wa shahbihî wa sallama, walhamdulillahi rabbil 'alamin.

Artinya:

Wahai Tuhanku yang Maha Pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT."

2 dari 4 halaman

Amalan Bulan Syaban

 

Perbanyak doa

Amalan utama yang pertama yakni memperbanyak doa. Allah akan mengampuni dosa orang yang memohon ampunan, mengasihi mereka yang memohon kasih, menjawab setiap doa, meringankan penderitaan orang susah, dan membebaskan orang dari neraka. Dikatakan bahwa Allah SWT akan menjawab segala doa umatnya pada malam-malam Nisfu Syaban.

Dzikir

Amalan kedua yang bisa kalian lakukan pada malam nisfu syaban, yaitu perbanyak berzikir dengan lafal syahadat. Dua kalimat syahadat termasuk kalimat mulia. Dua kalimat syahadat ini sangat dianjurkan dibaca kapan pun dan di mana pun. Terutama pada malam Nisfu Syaban.

Istighfar

Amalan utama di malam Nisfu Syaban yang ketiga adalah memperbanyak istigfar. Hal ini karena tidak ada satu pun manusia yang luput dari dosa dan salah. Dan sudah menjadi kodrat manusia bisa berbuat salah dan dosa. Meski begitu, Allah SWT tetap senantiasa membuka pintu ampunan untuk hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Tidak heran, meminta ampunan dengan banyak membaca istigfar sangat dianjurkan.

3 dari 4 halaman

Keutamaan Puasa Syaban

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Shutterstock.com)

Bulan Syaban berada di antara Rajab dan Ramadan. Bulan ini sebenarnya adalah saat yang istimewa untuk beribadah sunah. Namun biasanya kaum Muslim lebih fokus untuk menjalankan sunah di kedua bulan tersebut.

Usamah bin Zaid berkata, " Ya Rasulullah SAW, aku tidak pernah melihatmu berpuasa sebanyak di bulan Sya'ban." Rasulullah SAW berkata, " Ini adalah bulan yang tidak banyak diperhatikan orang-orang antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan saat berbagai amalan diangkat kepada Allah SWT. Aku suka amalanku diangkat saat sedang berpuasa."  (HR Imam An-Nasa'i).

Seperti dinarasikan Aisyah, " Rasulullah SAW sempat puasa beberapa hari hingga kami berpikir dia akan terus melakukannya. Kemudian, Rasulullah SAW tidak puasa selama beberapa hari dan kami mengira dia tidak akan puasa lagi. Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyelesaikan puasa hingga satu bulan kecuali saat Ramadhan, dan aku tidak pernah melihatnya berpuasa sebanyak di bulan Syaban."  (HR Abu Daud).

4 dari 4 halaman

Manfaat Puasa Syaban

 

Syaban adalah bulan di mana amalan baik diangkat kepada Allah SWT. Jadi sangat disarankan untuk menjalankan ibadah puasa pada bulan ini.

Karena berdekatan dengan Ramadan, puasa Syaban sekaligus sebagai 'pemanasan' sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan yang mencapai 30 hari. Juga sebagai pengingat jika ada utang puasa tahun sebelumnya yang belum ditunaikan menjelang Ramadan.

Aisyah mengatakan, " Kadang aku melewatkan beberapa hari selama Ramadhan, tapi tidak bisa menggantinya kecuali di bulan Sya'ban. Yahya perawi lain mengatakan, " Dia dulu harus melayani kebutuhan Rasulullah SAW."  (HR Bukhari)

 

(Dilnasir dari berbagai sumber)

Beri Komentar