Kandungan Surat at Taubah Dan Sebab Diturunkannya Kepada Nabi Muhammad SAW

Reporter : Ulyaeni Maulida
Kamis, 28 Januari 2021 11:05
Kandungan Surat at Taubah Dan Sebab Diturunkannya Kepada Nabi Muhammad SAW
Penamaan surat At Taubah berkaitan dengan pembahasan pemutusan perjanjian damai dengan kubu Musyrikin

Dream - Surah At Taubah yang bermakna pengampunan merupakan surat Madaniyyah atau tepatnya diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. setelah kembali dari perang Tabuk pada tahun ke 9 H. Dan secara kebetulan urutan surat tersebut juga dalam Al Quran adalah surat ke-9 dan berjumlah 129 ayat.

Penamaan surat At Taubah berkaitan dengan pembahasan pemutusan perjanjian damai dengan kubu Musyrikin dan diperbolehkannya memerangi mereka dikarenakan banyak isi perjanjian yang mereka langgar.

Perbedaan yang mencolok antara surat At Taubah dengan surat lainnya adalah surat at Taubah tidak diawali dengan bacaan basmallah. Dikarenakan dalam surat at Taubah banyak berisi perihal peperangan, sedangkan lafaz basmallah adalah simbol perdamaian dan kasih sayang antar sesama.

1 dari 3 halaman

Nama Lain Surat At Taubah

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

 

Surah at Taubah memiliki beberapa nama, diantara yaitu:

  • Bara’ah yang berarti melepaskan diri. Kata yang terdapat dalam ayat pertama surat at Taubah ini mengandung makna pemutusan hubungan atau ikatan perjanjian yang telah disepakati antara kaum muslimin dengan kaum musyrikin.
  • Al Fadihah yaitu membuka rahasia. Karena surat ini telah membuka rahasia orang-orang munafik yaitu kekufuran dan niat buruk yang tersimpan dalam hati mereka
  • Al mudamdimah yang berarti curahan yaitu ungkapan curahan murka Allah kepada orang-orang munafik.

 

2 dari 3 halaman

Sebab Turunnya Surat At Taubah

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

 

Turunnya surat at Taubah merupakan hikmah dari perang Tabuk yaitu perang terakhir Rasulullah SAW sebelum beliau wafat. Dalm surat at Taubah terdapat kisah taubatnya tiga orang yang tidak ikut dalam perang Tabuk. Dimana sebelumnya ketiganya selalu mengikuti perang melawan musuh-musuh Allah. Mereka adalah Ka’b bin Malik, Hilal bin Umayyah, dan Murarah bin Ar-Rabi.

Terkait dengan tahun turunnya surah at-Taubah, para mufasir sepakat bahwa surat at Taubah ini di turunkan pada akhir tahun ke-9 H. Pada tahun tersebut, Nabi Muhammad SAW bersama sejumlah umat Islam berangkat menuju Tabuk dengan maksud untuk menghalau tentara Romawi yang sewaktu-waktu siap menyerang wilayah-wilayah Islam.

Ketika nabi bersama kaum muslimin melakukan persiapan menghadapi perang terakhir yang beliau ikuti ini, kaum muslimin dalam keadaan susah karena sedang musim panas.

Dalam keadaan seperti itu, orang-orang munafik tidak dapat menyembunyikan keaslian jati diri mereka sebagai orang-orang yang hanya berpura-pura menyatakan diri sebagai orang yang beriman.

Adapun sebagian besar dari ayat-ayatnya di turunkan sesudah terjadinya perang Tabuk. Ayat pertama dari surat at Taubah ini turun ketika sedang berlangsung pelaksanaan ibadah haji pada tahun ke-9 H. dan Nabi sendiri pun tidak ikut melaksanakan ibadah haji pada waktu itu sehingga Abu Bakar di tunjuk oleh Rasulullah untuk memimpin rombongan jamaah haji.

Kemudian Rasulullah mengutus Ali ra menyusul Abu Bakar untuk membacakan awal surat at Taubah ini kepada para jamaah haji yang sedang berkumpul di Mina, yang ketepatan pada waktu itu haji akbar, yaitu hari kesepuluh sehari selepas wukuf di padang Arafah.

3 dari 3 halaman

Isi Kandungan Surat At Taubah

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Shutterstock.com)

 

Adapun isi kandungan surat at Taubah adalah sebagai berikut:

  • Memberikan keyakinan untuk orang-orang beriman bahwa Allah SWT selalu menyertai dan melindunginya, serta memberikan anugrah segala kenikmatan atas perbuatan-perbutan dalam menjalankan printah-Nya dan meningglkan larangan-Nya.
  • Dan penjelasan aturan-aturan illahiyyah atau hukum syar’I, yaitu kewajiban umat muslim untuk menginfakkan sebagaian rizki yang telah dianugrahkan oleh Allah SWT kepada-Nya.
  • Dalam surat at Taubah juga menjelaskan tentang kisah-kisah, diantaranya kisah Nabi Muhammad SAW. dan Abu Bakar Shidiq bersembunyi dalam gua Tsur sewaktu melakukan perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah, kisah perang Hunain, dan perang Tabuk yang dilakukan oleh kaum muslimin dalam menjalani perang sabil demi tegaknya agama tauhid di muka bumi.
  • Selain itu dalam surat at Taubah juga menerangkan sifat dan tingkatan derajat kaum muslimin di sisi Allah SWT.

 

(Diambil dari berbagai sumber)

 

Beri Komentar