Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Demi menjadi seorang pemimpin haruslah memiliki riwayat pendidikan setinggi-tingginya? Siapa bilang, beberapa pejabat tinggi Indonesia telah membuktikan bahwa mimpi dan tekad yang kuat justru membawa mereka menjadi pemimpin di negeri zamrud khatulistiwa ini.
Untuk menjadi pemimpin dibutuhkan jiwa yang besar, bijaksana, tegas, adil serta mensejahterakan rakyatnya. Berikut tiga tokoh Indonesia tanpa gelar sarjana:
1. Soeharto
Soeharto adalah anak dari pasangan Sukirah dan Kertosudiro, yang lahir pada 8 Juni 1921 di Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Soeharto adalah anak ketiga Kertosudiro dengan Sukirah yang dinikahinya setelah lama menduda.
Tamat dari SMP, Soeharto sebenarnya ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Apa daya, keluarganya tidak mampu membiayai karena keterbatasan ekonomi. Di usia remaja, Soeharto mencari pekerjaan, dan dia baru diterima menjadi anggota Koninklijk Nederlands Indisce Leger (KNIL). KNIL merupakan tentara kerajaan Belanda. Dan disinilah karies militernya dimulai.
2. Adam Malik
Adam Malik adalah anak dari pasangan Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis. Adam Malik lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada 22 Juli 1917. Adam Malik adalah anak ketiga dari sepuluh bersaudara.
Ayahnya adalah seorang saudagar kaya raya di Pematangsiantar. Adam Malik telah banyak berkontribusi dalam pergerakan nasional memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Di zaman penjajahan Jepang, Adam Malik juga aktif bergerilya. Dia juga pernah membawa Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok, Karawang untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Saat itu, Adam Malik bersama Sukarni, Chaerul Shaleh, dan Wikana.
3. Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti adalah seorang CEO sekaligus pemilik maskapai penerbangan, Susi Air. Namun, apakah Anda tahu bahwa Susi Pudjiastuti seorang menteri sekaligus pemilik maskapai penerbangan itu tidak tamat hingga sekolah menengah atas (SMA). Ya, wanita kelahiran 15 Januari 1965 itu memang tidak lulus hingga SMA.
Bukan karena masalah biaya, melainkan Susi dikeluarkan saat kelas 2 SMA akibat keaktifannya dalam gerakan golput. Beliau mulai memulai usahanya dengan menjual perhiasannya dan mengumpulkan modal Rp 750.000 untuk menjadi pengepul ikan di Pangandaran pada tahun 1983. Usahanya itu semakin berkembang, sehingga ia berhasil mendirikan pabrik pada tahun 1996. Anak dari pasangan H. Karlan dan Hj. Suwuh itu memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar.
Penasaran dengan kisah ketiganya? Yuk selengkapnya Baca di sini. (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya