Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
3 Tahun Tak Pernah Turun, Pria Ini Tinggal Di Atas Pohon, Alasannya Bikin Miris
Dream - Seorang pria menjadi sorotan publik lantaran tinggal di atas pohon. Bukan sepekan dua pekan, pria ini tinggal di pohon selama tiga tahun.
Alasannya pun cukup pelik. Ia tidak memiliki pekerjaan untuk bisa membiayai hidupnya sehari-hari. Pria berusia 38 tahun ini mulai menganggur setelah terdampak pandemi Covid-19.
Dilansir dari The Thaiger, pria bernama Charlie itu harus tinggal di pohon selama tiga tahun. Ia membangun rumah sederhana di atas pohon dengan mengikat potongan kayu dengan tali untuk membentuk lantai.
Selain itu, ia menggunakan lembaran plastik untuk atap. Rumah pohon ini berada di ketinggian 10 meter dari permukaan tanah.

Setelah kisah hidup Charlie viral di media sosial, media Thailand mengunjungi rumahnya yang terletak di distrik Nampong Khon Kaen.
Charlie mengatakan, dirinya sempat bekerja di Bangkok. Bahkan saat itu ia mampu menghidupi dirinya dan keluarga besar.
Perekonomian yang memburuk karena pandemi Covid-19 memaksanya pindah ke tempat asalnya, Khon Kaen. Setelah gagal mendapat pekerjaan, ia kemudian pindah ke Udon Thani untuk mencari pekerjaan.
Dia melakukan banyak pekerjaan, tetapi tidak mampu menutupi tagihan dan utang dengan gaji yang diperoleh. Hal itu membuatnya melunasi semua utang dan memutuskan untuk hidup di atas pohon. Pejabat dari Pusat Perlindungan Kemiskinan dan Pembangunan Sosial dan Kementerian Keamanan Manusia juga mengunjungi Charlie Sabtu lalu.
Mereka mengundangnya untuk tinggal di tempat penampungan tunawisma gratis di provinsi tersebut. Akan tetapi, Charlie menolak karena rumah pohonnya adalah tempat yang dia rasa nyaman.
Dia hanya akan pindah jika pemilik tanah memintanya untuk melakukannya. Charlie mengatakan bahwa satu-satunya yang dia inginkan adalah pekerjaan. Dia ingin hidup sendiri tetapi tidak ingin membebani pemerintah atau orang lain.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam