Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ayu Natasari (YouTube/ Zakir Sabara H. Wata)
Dream - Ayu Natasari. Dialah mahasiswi yang baru lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan.
Ada yang unik pada mahasiswi tersebut. Meski berhijab, ternyata Ayu merupakan nonmuslim. Dia beragama Hindu.
Ayu merupakan mahasiswa nonmuslim pertama di Fakultas Kedokteran yang lulus dari UMI Makassar. Dia menyelesaikan pendidikan dokter dalam waktu lima tahun delapan bulan.
Orang tua Ayu memang berasal dari Tabanan, Bali. Sang ayah merupakan perantau, menjadi guru di salah satu SMP di Kabupaten Takalar.
Keluarga besar Ayu pun juga masih banyak yang berada di Pulau Dewata. Namun, Ayu lahir di Takalar, Sulawesi Selatan.
Ayu lulus dari pendidikan dokter di UMI Makassar setelah menempuh pendidikan selama lima tahun delapan bulan. Selama itu pula Ayu selalu mengenakan hijab.
Dia mengaku tidak terpaksa mengenakan busana yang selama ini identik dengan Muslim tersebut. " Karena mengikuti aturan dari universitas," ujar Ayu. Dia mengaku semakin lama semakin terbiasa.
Meski demikian, Ayu mengaku tidak mudah mengenakan hijab dan kuliah di universitas yang mayoritas Muslim tersebut.
" Tidak mudah tapi jadinya saya bisa belajar, setiap hari pasti ada tantangan baru, ada pengalaman baru," kata dia.
Ayu juga benar-benar merasakan toleransi di UMI Makassar. Saat mahasiswa baru yang Muslim mengikuti pendidikan pesantren sebulan, Ayu dipersilakan tidak mengikuti program tersebut.
Sebagai gantinya, Ayu dipersilakan belajar di pura, sesuai dengan agamanya. Itulah salah satu pengalaman yang didapat Ayu. " Semakin lama semakin terbiasa," kata Ayu.
Dia bersyukur bisa lulus pendidikan dokter dari UMI. Sebab, dia tidak menemui kendala selama menuntut ilmu meski beragama Hindu. " Bisa lulus tanpa hambatan," kata Ayu.
Ayu telah menjadi contoh bahwa agama tidak menjadi penghalang untuk menempuh pendidikan, dimanapun. Meski nonmuslim, dia nyatanya bisa lulus pendidikan dokter dari sebuah universitas berlabel Muslim.
Dia telah menjadi contoh toleransi untuk menjaga kerukunan. Tak ada halanan suku, agama, dan ras, dalam menempuh pendidikan. Bagi Ayu, tidak ada masalah sama sekali untuk saling memahami meski dari latar yang berbeda.
" Tidak ada masalah untuk saling memahami meski berbeda tetapi masih ada celah untuk bersama," kata Ayu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya