Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesawat Terbang Ringan Buatan Heri Suyanto Asal Lamongan (Merdeka.com)
Dream - Halaman sebuah rumah di Dusun Tronggolonggong, Desa Sumberagung, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tak lagi terlihat kosong. Ada seonggok bodi pesawat terpajang di sana.
Bukan replika, bukan pula hiasan, tapi bodi pesawat siap pakai. Bahkan, pembuatnya, Heri Suyanto, mengklaim pesawat itu bisa terbang.
Ya, Heri mengaku sudah membuat tiga unit pesawat terbang ringan atau STOL (Short Take Off and Landing). Dua pesawat sudah laku dibeli Pemerintah Republik Ceko, sementara satu unit dipesan TNI AU.
" Sudah bisa memproduksi tiga pesawat, satu dibeli oleh TNI AU dan dua lainnya sudah laku terjual dan dibeli Pemerintah Republik Ceko," ujar Heri.
Heri mengaku mengerjakan seluruh pesawat itu dengan tangan dan tanpa bantuan mesin berat. Semua proses dia lakukan di halaman rumahnya.
Kemampuan Heri merakit pesawat dia dapatkan saat bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia di salah satu perusahaan pembuatan pesawat di Ceko. Merasa pengalaman sudah cukup, dia memutuskan pulang ke Tanah Air dan sempat menetap di Ciamis, Jawa Barat.
Ketika di Ciamis, dia merakit komponen pesawat yang didatangkan dari luar negeri. Belum selesai, pesawat itu dia kirimkan ke Lamongan melalui jalur darat untuk proses finishing atau tahap akhir.
" Untuk pesawat yang saya rakit sendiri di Lamongan ini, kita bawa dari Ciamis dengan diangkut truk," kata dia.
Heri punya alasan menyelesaikan rakitannya di Lamongan. Dia ingin anak-anak muda di Lamongan termotivasi untuk berkarya.
" Saya ingin memberikan motivasi kepada anak-anak muda bahwa orang Indonesia juga bisa membuat pesawat terbang sendiri," ucap dia.
Soal kemampuan pesawat buatannya, Heri mengklaim bisa terbang. Tetapi, saat ini dia sedang menunggu hasil uji kelaikan terbang dan pembuatan identitas pesawat.
Pesawat buatan Heri hanya berkapasitas dua penumpang. Pesawat diklaim bisa terbang dengan kecepatan 200 kilometer per jam dengan waktu terbang maksimal 4 jam mengonsumsi bahan bakar sebanyak 80 liter.
" Pesawat ini Insya Allah bisa terbang, hanya saja masih butuh uji kelaikan terbang," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya