Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesawat AirAsia (theyeshivaworld.com)
Dream - Pesawat AirAsia Indonesia dengan nomor penerbangan QZ8501 rute Surabaya-Singapura dilaporkan hilang kontak Minggu pagi kemarin.
Menurut Badan SAR Nasional (Basarnas), pesawat jenis AirBus A320-200 itu kemungkinan jatuh di laut.
" Berdasarkan koordinat yang kita tahu, posisi kecelakaan diperkirakan adalah di laut, dan menurut hipotesis pesawat kini telah tenggelam di dasar laut," kata Ketua Basarnas Henry Soelistyo Bambang.
Kapal TNI AL, helikopter dan pesawat TNI AU menyebar untuk menjelajahi Laut Jawa pada Senin untuk mencari tanda-tanda AirAsia Indonesia QZ8501.
AirAsia QZ8501 telah kehilangan kontak dengan pengendali lalu lintas udara di Indonesia Minggu pagi, setelah pilot meminta naik ke ketinggian 38 ribu kaki karena cuaca buruk.
Menurut maskapai AirAsia, ada 155 penumpang serta dua pilot dan lima kru. Sebagian besar penumpang adalah orang Indonesia.
Tiga orang berasal dari Korea Selatan, dan satu orang masing-masing dari Singapura, Malaysia, Inggris dan Perancis. Tujuh belas penumpang adalah anak-anak, dan satu bayi.
Pihak berwenang Indonesia menunda pencarian udara untuk AirAsia QZ8501 pada Minggu malam waktu setempat (Minggu pagi ET) ketika matahari terbenam. Namun kapal-kapal terus mencari di Laut Jawa.
Keluarga penumpang AirAsia QZ8501 berbondong-bondong ke Bandara Changi di Singapura, di mana pesawat yang hilang itu seharusnya tiba, untuk mendengar perkembangan berita.
Pihak bandara mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ruang briefing untuk keluarga telah disiapkan dan akomodasi juga sudah disediakan.
CEO AirAsia Tony Fernandes menyebut hilangnya QZ8501 adalah 'mimpi buruk'.
" Perhatian kami saat ini adalah untuk keluarga terdekat korban - tidak ada yang lebih penting bagi kami kecuali keluarga kru dan penumpang," kata Fernandes kepada wartawan. " Itu adalah prioritas nomor satu kami."
Pesawat itu seharusnya tiba di Changi pada pukul 8.30 waktu Singapura (19.30 ET Sabtu), namun kehilangan kontak dengan kontrol lalu lintas udara pada 07:24 pagi.
Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo mengatakan tidak ada sinyal dari kokpit Airbus A320-200, tapi satu menit sebelum hilang kontak, pilot meminta untuk mengubah jalur penerbangan karena terkendala cuaca.
(Ism, Sumber: NBC News)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya