Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pria Ini Selamat Dari Kecelakaan Pesawat Mengerikan Di Daerah Kutub Utara
Dream - Seorang pria berhasil selamat dalam kecelakaan pesawat di belantara sub Arktik Siberia, Rusia, meskipun menderita luka serius.
Pria bernama Pavel Krivoshapkin itu mampu bertahan hidup selama sepuluh hari di daerah dengan suhu minus hingga puluhan derajat Celcius.
Dalam peristiwa nahas itu, Pavel menderita gegar otak dan patah tulang rusuk. Dia mampu bertahan dengan hanya makan mie sebelum diselamatkan.
Pavel mengaku bertahan dengan makan mie instan yang ia temukan di sebuah gubuk kecil yang menjadi tempat penggembala rusa kutub berteduh.
Pria berusia 36 tahun itu adalah satu-satunya yang selamat dalam kecelakaan An-2. Dua orang lainnya - pilot dan co-pilot - terbakar hidup-hidup setelah pesawat raksasa itu menabrak lereng bukit.
Pavel, seorang penambang perak, akhirnya ditemukan hidup-hidup pada 1 Juli di Yakutia, sebuah wilayah luas yang dipenuhi beruang coklat dan serigala.
Setelah memulihkan diri di rumah sakit, Pavel menceritakan kembali mimpi buruk yang tak akan pernah dilupakan seumur hidupnya itu.
Semuanya diawali ketika penerbangan Pavel terjebak dalam 'kabut' hingga pesawat Antonov yang dinaikinya menabrak lereng bukit.

" Ketika sadar, semua yang ada di sekitarku hangus terbakar dan dipenuhi asap. Aku berusaha keluar dengan mendobrak pintu pesawat yang masih terbakar," kenangnya.
Pavel menduga dia tidak sadar selama tiga jam sebelum akhirnya bisa menyelamatkan diri dengan keluar dari pesawat.

Pavel percaya dia bisa selamat karena duduk di kursi belakang pesawat, yang saat itu sedang membawa suplai makanan dan peralatan ke pertambangan perak.
" Aku melihat sungai, dan beberapa jejak menuju sebuah gubuk. Jejak itu adalah jalur peternak rusa kutub di musim dingin, dan aku mengikutinya," lanjutnya.
Ketika masuk ke dalam gubuk, Pavel menemukan beberapa bungkus mie Doshirak (mie instan Korea Selatan). Mie instan inilah yang menyelamatkan hidup Pavel selanjutnya.

" Itu yang menyelamatkan aku dari kelaparan parah, meskipun aku sangat tidak suka. Tapi tubuhku yang terluka terasa sangat sakit.
" Aku benar-benar kelaparan, tetapi tidak ada nafsu makan karena tubuhku sangat sakit," cerita Pavel.
Pavel mengaku mendengar suara helikopter tim penyelamat beberapa kali, dan sempat mengibarkan bendera dari kain seadanya.
Tapi usahanya untuk dilihat tim penyelamat tersebut gagal hingga akhirnya baru berhasil pada hari ke-10.
" Aku memaksakan diri untuk bangun sekali sehari, dan setiap hari aku keluar mengibarkan bendera, berharap seseorang akan melihatku," katanya.
Pencarian besar-besaran terus dilakukan untuk mencari korban yang selamat, yang mencakup hampir 18.000 mil persegi. Tetapi baru pada hari kesepuluh Pavel ditemukan.
Menggunakan helikopter Polar Airlines Mi-8, tim penyelamat pertama kali menemukan puing-puing pesawat yang hancur.
Selain itu, mereka mendapatkan tubuh kedua pilot sudah hangus di Distrik Kobyaysky, Yakutia. Satu jam kemudian mereka menemukan Palev, satu-satunya korban yang selamat.
Pesawat yang ditumpangi Palev terbang dari Us-Khatyng ke tambang perak di Vertikalniy tetapi tiba-tiba menghilang dari radar.
Penerbangan tersebut membawa pasokan makanan dan peralatan ke para pekerja di tambang perak terpencil, dan situs eksplorasi geologi.
Pavel diselamatkan dalam kondisi 'parah' ketika ditemukan. Tetapi dengan cepat dia pulih setelah dirawat di rumah sakit ibu kota regional Yakutsk, kota terdingin di dunia.
Suhu udara di Yakutia bisa turun hingga minus 50 derajat Celcius atau lebih di musim dingin. Di musim panas suhu siang hari di sana sekitar 18 derajat Celcius, namun turun lebih rendah hingga 10 derajat Celcius di malam hari.
Sumber: DailyStar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya