Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto : Newsflash
Dream - Mantan juara Muay Thai terkenal asal provinsi Kalasin, Thailand, Dokmaipa Por Pongsawang , meninggal dunia pada Rabu, 7 Oktober 2020. Akhir hidup Dokmaipa cukup tragis. Dia mengebuskan nafas terakhir setelah digigit kelabang raksasa atau lipan.
Dilansir laman Daily Star, mantan juara Muay Thai yang terkenal dengan pukulan keras dan tendangan agresif itu sempat koma sebelum akhirnya meninggal dunia. Menurut direktur rumah sakit, Dokmaipa meninggal dunia karena mengalami infeksi darah yang parah.
Sebelumnya, putrinya mengatakan Dokmaipa digigit kelabang raksasa Thailand, atau dikenal dengan 'takhap'. Putri Dokmaipa, Jiraporn Moonkaset, mengatakan kepada wartawan bahwa ayahnya digigit kelabang dibagian kaki kirinya.
Setelah digigit kelabang, ayahnya tidak langsung mencari perawatan medis untuk mengobati lukanya sampai sakit parah, dengan menggigil dan pusing yang berlanjut sebelum akhirnya jatuh koma di rumah sakit Pramuan Thaingamsilp, Thailand.
Selain itu, pihak rumah sakit menambahkan jika Dokmaipa juga menderita diabetes yang semakin menyebabkan lebih banyak komplikasi dan berkontribusi pada kematiannya.

Terlahir sebagai Jamnien Moonkaset dari keluarga Muay Thai di provinsi Roi Et, Thailand. Dokmaipa menjadi petinju Muay Thai saat berusia 9. Ia dikenal sebagai petarung sisi kiri yang langka dengan pukulan dan tendangan kiri yang sangat kuat.
Selain itu, Dokmaipa juga kerap mencetak prestasi dengan memenangkan enam pertandingan di stadion tinju Lumpini dan Ratchadamnoen, mendapatkan julukan " Southpaw yang Kuat" .Dia pensiun dari pertarungan pada tahun 1996 dan menjadi pelatih kemudian pengawal di Makau.
Dia kembali ke Thailand dan dalam beberapa tahun terakhir bekerja sebagai pegawai kotapraja di kampung halamannya di Kalasin. Dokmaipa dikabarkan dimakamkan di kampung halamannya, distrik Saelapoom Roi Et, Thailand.
Sumber : Daily Star
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya