Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Guru Di Depok Yang Panjat Tiang Bendera. ©2019 Merdeka.com/Nur Fauziah
Dream - Upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional di SDN Kalibaru 3, Kecamatan Cilodong, Depok, Jawa Barat, diwarnai aksi seorang guru yang memanjang tiang bendera. Aksi tersebut sempat membuat peserta upacara terpana.
Guru yang memanjat tiang tersebut bernama Ahmad Zaenuddin. Dia memanjat tiang tersebut untuk membetulkan tali yang menyangkut di tiang bendera.
Ahmad mengatakan, tindakan itu murni inisiatif pribadi tanpa paksaan manapun. " Sebenarnya kejadiannya dua kali. Pertama, pas geladi bersih, dan pas upacara. Saat geladi tali pengusung bendera putus tapi pengaitnya nyangkut di atas. Ya akhirnya saya panjat," kata dia, dikutip dari Merdeka.com, Rabu, 27 November 2019.
Ahmad nekat memanjat karena tak tega dengan kondisi murid yang sudah kepanasan. " Pas upacara kejadian lagi. Saat itu penjaga sekolah lagi cari galah dan baut. Saya pikir itu akan membutuhkan waktu lama," ucap dia.
Aksi tak biaa itu diabadikan dan menjadi ramai di media sosial. Dia mengatakan, aksi itu didasari rasa ikhlas.
Ahmad mengaku, tak ingin terkenal dan menjadi sorotan publik atas kejadian itu.
" Saya enggak ada kepikiran yang lain apalagi sampai viral, saya takut. Itu saya lakukan karena kasihan sama anak-anak," kata dia.
(Sumber: Merdeka.com/Nur Fauziah)
Dream - Suasana khidmat upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia sempat berubah menjadi ketegangan ketika ada seorang siswa SMP tiba-tiba memanjat tiang bendera di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) tepatnya pantai Mota'ain
Peristiwa itu bermula ketika anggota paskibra selesai memasangkan tali ke bendera merah putih namun tiba-tiba tali di bagian atas putus. Akibatnya bendera tidak bisa dikibarkan.
Setelah lagu Indonesia Raya selesai dinyanyikan, siswa SMP bernama Yohanes dengan sigap memanjat untuk mengikat tali bendera yang putus di puncak tiang.
Para peserta upacara dan tamu undangan sempat meminta bocah yang akrab disapa Jhoni itu untuk segera turun. Namun, jiwa nasionalis yang dimiliki Jhoni tak membuat nyalinya ciut untuk memanjat tiang bendera.
Setelah meraih tali di ujung tiang, penonton memberikan tepuk tangan atas apa yang dilakukan Jhoni itu. Sementara, TNI-Polri langsung membantu Jhoni mengikat tali di bagian bawah dan bendera merah putih pun bisa berkibar.
Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan selaku Inspektur Upacara peringatan HUT RI ke-73 mengapresiasi atas apa yang dilakukan Jhoni.
" Dan seorang anak kecil dengan begitu sikap hebatnya memanjat tiang ini dan kemudian dapat mengatasi masalah sehingga kita yang tadi bingung tersenyum kembali," ujar Ose.
Bahkan, Ose menyebut Jhoni sebagai pahlawan. " Ini pahlawan kecil penyelamat kita pagi ini. Seorang anak pelajar yang menjadi penyelamat dalam upacara kemerdekaan," kata dia.
Dream - Johannes Ande Kala menjadi tamu kehormatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Bocah yang membuat Indonesia bangga dengan aksi spontannya memanjat tiang bendera itu diundang makan siang di Istana Negara.
Kerennya, Joni duduk di meja terdepan bersama pembawa baki Bendera Merah Putih pada HUT RI ke-73, Tarissa Maharani dan Joni Gala. Di meja itu pula, Jokowi dan JK menikmati santap siang.
Jokowi dan JK memang menjamu Joni dan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dan Gita Bahana Nusantara. Joni mendapat kehormatan untuk bisa berbincang langsung dengan Jokowi dan JK dalam jamuan makan siang itu.
Di momen spesial itu, Joni mengenakan seragam sekolahnya, putih-biru. Sementara selendang khas tersangkut di lehernya.
Dalam unggahannya, Jokowi mengatakan makan siang bersama kali ini terasa istimewa karena kedatangan seorang bocah pemberani.
" Hari ini, saya kedatangan tamu, seorang pemberani. Namanya tentu Anda sudah tahu: Yohanes Ande Kala alias Joni," tulis Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut Jokowi sempat menanyakan keberanian Joni memanjat tiang setinggi 20 meter tersebut. Mendapat pertanyaan tersebut, jawaban Joni sunggu membuat tamu tersenyum.
" Waktu itu saya sedang sakit perut dan disuruh istirahat," kata Joni.
" Tiba-tiba saya mendengar suara Wakil Bupati Belu bertanya: siapa yang bisa memanjat tiang bendera?"
Joni pun bergegas ke tiang bendera dan memanjat tiang. Namun Joni bukannya tanpa rintangan memanjat tiang tersebut. Di tengah tiang, kata Joni, dia sempat berhenti. " Saya capek," katanya.
Mendengar cerita Joni, Jokowi memuji kesigapan dan keberanian Joni yang membuat merah putih tetap berkibar di puncak tiang dalam upacara Hari Kemerdekaan di Belu. " Terima kasih, Joni." tulis Jokowi
A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on
Sebelum santap siang, Jokowi dan JK menyalami Joni. Di wajah keduanya tampak semburat senyum penuh kehangatan.
Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, awalnya memperkenalkan para Paskibraka dan Gita Bahana Nusantara kepada Jokowi dan JK. Pratikno lalu menjelaskan ada tamu istimewa lain yang juga diundang dalam jamuan makan siang itu.
" Ada tamu tambahan Pak Presiden dan Wapres. Seorang anak SMP kelas VII, naik ke tiang bendera dan tahunya sampai di Istana Presiden. Namanya Yohanes Ande Kala atau Joni," kata Pratikno, dikutip dari merdeka.com, Senin 20 Agustus 2018.

Aksi Joni sempat terekam kamera dan viral di media sosial. Dalam video itu, Joni tengah mengikuti upacara bendera HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Pos Perbatasan Motaain Belu, Nusa Tenggara Timur pada Jumat pagi, 17 Agustus 2018.
Ketika Bendera Merah Putih akan dikibarkan, tali penarik bendera macet akibat tersangkut. Tiba-tiba, Joni keluar barisan dan langsung memanjat tiang bendera itu.
Tak ada rasa takut dalam diri Joni. Meski tiang sempat bergoyang, Joni tetap memanjat hingga ujung.
Dia ujung tiang, Joni membetulkan tali sehingga bisa ditarik kembali. Dia lalu turun disambut riuh tepuk tangan dari peserta upacara.
Dream – Nama Yohanis Gama Marschal Lau menjadi terkenal belakangan ini. Remaja SMP asal Atambua, Nusa Tenggara Timur, ini menjadi viral di jejaring sosial setelah memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali bendera yang putus.
Aksi heroik ini mengundang perhatian banyak pihak tersentuh. Salah satunya adalah pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea.
Dikutip dari akun Instagramnya, Sabtu 18 Agustus 2018, Hotman Paris mengaku salut dengan aksi spontan Yohanis.
“ Kepada anak remaja, Yohanes, pemuda NTT yang punya nyali dan berani memanjat tiang bendera dengan spontan pada saat tali bendera putus saat upacara bendera di NTT, saya salut,” kata Hotman Paris.
Kagum dengan keberanian Yohanes, Hotman Paris berjanji akan memberikan uang jajan kepada remaja ini. Tapi jangan bandingkan uang jajan yang diberikan Hotman dengan kebanyakan orang tua pada umumnya,
“ Kepada Yohanes, nanti gua kasih uang jajan, ya. Saya kasih uang jajan Rp25 juta. Tolong kasih tahu rekening orang tua kamu, untuk beli permen,” kata dia.
Tak hanya uang jajan dari pengacara kondang, Yohanes juga mendapatkan beasiswa sampai kuliah dari PT PLN (Persero). Siswa kelas VII SMP Negeri Silawan, NTT ini membuat warganet kagum dengan aksinya yang memanjat tiang bendera untuk memasang tali putus. Saat itu, uoacara bendera berlangsung di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Motaain, Kab. Belu, NTT.
Sejak video tersebut beredar, PLN segera mendatangi alamat rumah Yohanis dan bertemu kedua orangtuanya, yaitu Victorino Fahik Marschal dan Lorenca Gama, serta mengabarkan bahwa anaknya akan mendapatkan beasiswa pendidikan hingga kuliah S-1. Kelak besar nanti, Yohanis bercita-cita menjadi seorang tentara. Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali mengapresiasi tindakan remaja ini yang menjunjung tinggi rasa nasionalisme dan cinta NKRI.
" Aksi Yohanis sangat nasionalis sekali. Kami salut dengan anak ini. Mulai saat ini Yohanis menjadi 'Putra PLN' dan akan mendapatkan beasiswa sampai dengan tingkat S1," kata Ali.
Yohanis tinggal di Dusun Halimuti, Desa Silawan Kec. Tastim, Kab. Belu. Jarak rumahnya dari kota Atambua sekitar 21 kilometer dan 2 kilometer dari PLBN Terpadu Motaain yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Yohanis yang baru berumur 14 tahun ini secara spontan dan lincah memanjat tiang bendera dengan ketinggian 9 meter.
Aksi anak bungsu dari 9 bersaudara ini membuat decak kagum para peserta upacara saat itu, terlebih warga internet yang melihat aksinya lewat dunia maya. Tindakan Yohanis menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia karena menunjukkan betapa putra bangsa yang tinggal di daerah perbatasan sangat mencintai negaranya.
" Yohanis memiliki inisiatif yang tinggi, berani mengambil keputusan dalam waktu singkat, berani mengambil resiko, membanggakan dan bisa menjadi tauladan bagi generasi muda Indonesia," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya