Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Al Jumail, 'Kota Hantu' Qatar Yang Telah Ditinggalkan Penduduknya
Dream - Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 adalah negara dengan pendapatan ekonomi tinggi. Ekonomi negara ini ditopang oleh cadangan gas alam dan minyaknya yang terbesar ke tiga sedunia.
Menjadi salah satu negara terkaya di dunia, tak heran jika Piala Dunia tahun ini merupakan yang termahal dalam sejarah pertandingan empat tahunan itu.
Di balik kekayaannya, ada sisi lain Qatar yang tak banyak orang tahu, salah satunya keberadaan 'kota hantu'. Sebuah permukiman yang terletak bekas desa nelayan yang ditinggalkan di pantai barat laut negara itu.

Al Jumail adalah sebuah desa yang ditinggalkan, yang sangat kontras dengan kemewahan kota tuan rumah Piala Dunia 2022 itu.
Nama desa ini berasal dari kata Arab " jameel" , yang artinya indah dan mengacu pada pohon-pohon yang tumbuh di sekitarnya.
Bekas desa penyelaman dan nelayan di dekat Benteng Al Zubarah, rumah-rumah yang membentuk desa lama kini tinggal puing-puing, sementara masjid masih berdiri kokoh di tengah kota.

Tanah di sekitar Al Jumail juga berserakan dengan sisa-sisa tembikar dan manik-manik yang tertinggal saat penduduk pindah.
Dilansir dari Daily Star, daerah tersebut ditinggalkan pada paruh ke dua abad ke-20 setelah Qatar menjadi negara kaya minyak pada tahun 1970-an.
Akibat ledakan ekonomi di negara tersebut, perdagangan penduduk desa mulai terganggu, menyebabkan mereka pindah ke daerah yang lebih makmur di timur Qatar.

Situs tempat desa itu berada tetap menjadi situs yang dilindungi yang tersedia untuk dikunjungi wisatawan.
Desa ini terletak satu setengah jam berkendara dari ibu kota Doha dan kemewahan Piala Dunia. Seiring dengan gelaran Piala Dunia 2022, sempat ada usulan untuk membangun stadion di dekat desa Al Jumail.
Namun, penyelenggara turnamen akhirnya menolak rencana untuk membangun Stadion Al-Shamal berkapasitas 45.000 orang di distrik dengan nama yang sama.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya