Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Imam Santoso (Foto: Buku Hoegeng/merdeka.com)
Dream - Jika mengenang masa kecil, khususnya generasi di era 90-an, salah satu cita-cita yang sering disebutkan saat sekolah SD maupun Taman Kanak-Kanak adalah menjadi seorang polisi. Sosoknya yang gagah dengan seragam cokelat membuat banyak anak-anak bermimpi menjadi polisi.
Tak heran jika lamaran menjadi seorang polisi baik untuk tingkat bintara sampai perwira selalu penuh pendaftar. Tak hanya orang awam, mereka yang berlatar belakang dari keluarga polisi juga berharap salah satu putranya yang akan meneruskan jejak mereka.
Namun keinginan itu tak pernah terbesit di pikiran Jenderal Hoegeng. Mantan Kapolri di masa presiden Soeharto ini dikenal sebagai penegak hukum paling jujur di Indonesia. Namanya harusm sebagai Kapolri yang tak pernah tergiur dengan korupsi.
Menjabat sebagai orang nomor satu di kepolisian, Hoegeng sama sekali tak ingin anaknya mengikuti jejaknya menjadi polisi. Daripada menjadi Polisi, Hoegeng lebih senang anaknya bekerja di bengkel.
Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Imam Santoso dikenal sebagai polisi yang jujur. Saat masih menjabat sebagai Kapolri, Hoegeng bahkan sampai melarang anaknya untuk masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol).
Sang anak, Aditya sempat marah dengan ayahnya. Tetapi, kemudian ia paham maksud baik dari ayahnya yang mengajari soal integritas.
" Jadi tidak sama sekali. Saya kecewa sekali tapi saya bisa mengerti. Saya enggak pernah merasa anak pejabat," kata Aditya.
Hoegeng rupanya memiliki alasan tersendiri mengapa ia melarang anaknya untuk masuk ke Akpol. Dia tak ingin ada keluarganya mendapat kemudahan lantaran jabatan Kapolri yang dijabatnya.
" Karena kamu tahu saya tengah menjabat. Apapun yang saya keluarkan akan mempermudah di dalam pendidikanmu," ujar Hoegeng seperti ditirukan Aditya.
Kala itu, Hoegeng Imam Santoso juga tak pernah mengistimewakan anak-anaknya. Jangankan mobil, motor saja ternyata mereka tak punya.
" Kami juga ingin punya kendaraan bermotor atau mobil. Namun pikiran seperti itu bisa kami atasi dengan cara hidup kami yang sederhana," ujar Aditya dalam sambutannya untuk buku Hoegeng, Oase menyejukkan di tengah perilaku koruptif para pemimpin bangsa terbitan Bentang (hal 263).
Saat masih kuliah, anak Hoegeng, Aditnya, pernah bekerja di sebuah bengkel dan toko suku cadang milik Henky Irawan (pembalap ternama kala itu). Aditya tak malu karena uang tersebut halal.
Uang itu digunakan untuk menambah biaya kuliahnya. Selain itu, sang ayah juga tak melarangnya bekerja di bengkel.
" Bapak tak melarang saya bekerja di mana pun. Beliau hanya berpesan, dimana pun dan apa pun posisimu, bekerjalah dengan benar," kata Aditya menirukan Hoegeng.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya