Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Jemaah Umroh Menjalani Pemeriksaan Sebelum Masuk Ke Dalam Masjidil Haram (Arab News)
Dream - Setelah lebih dari enam bulan ditutup, Masjidil Haram kini mulai ramai oleh jemaah umroh. Ibadah umroh di tengah pandemi Covid-19 resmi dimulai hari ini, Minggu, 4 Oktober 2020.
Para jemaah mulai menjalankan ritual umroh pagi ini sekitar pukul 06.00 waktu Saudi. Mereka yang berumroh merupakan jemaah yang sudah mendaftar di aplikasi E-Atmarna yang dirilis Kementerian Haji dan Umroh Saudi.
Saudi sempat mengambil tindakan drastis menekan penyebaran Covid-19 dengan menangguhkan ibadah umroh dan sholat di Masjidil Haram sejak Maret lalu. Keputusan ini dijalankan beberapa saat setelah Saudi menutup seluruh penerbangan internasionalnya.
Untuk menampung kuota 6.000 jemaah haji per hari, Kementerian Haji dan Umrah telah menyiapkan lima titik pertemuan, di antaranya situs Al-Gaza, Ajyad dan Al-Shasha, tempat para jemaah akan bertemu dan bergabung dengan tenaga kesehatan profesional di bus menuju Masjidil Haram.
Pada tahan pertama ini, sebanyak 6.000 jemaah diizinkan umroh, terdiri dari warga Saudi dan ekspatriat yang bermukim. Menyambut kedatangan jemaah tahap pertama, kamera termal ditempatkan di pintu masuk dan di dalam aula Masjidil Haram untuk memantau lonjakan suhu tubuh dan mengeluarkan peringatan jika perlu.
Rencana tersebut disusun pada awal pandemi untuk memastikan keamanan pengunjung dan memungkinkan tanggapan yang cepat terhadap potensi kasus virus.
Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, bekerja sama dengan otoritas lain, telah menyelesaikan persiapan untuk menerima jemaah umroh dengan tindakan pencegahan Covid-19 yang ketat. Sekitar 1.000 karyawan telah dilatih untuk memantau ritual umroh.
Masjid akan dibersihkan 10 kali sehari pada jeda kepergian dan kedatangan tiap rombongan. Pembersihan lebih lanjut di area perlintasan tinggi juga akan dilakukan, termasuk air mancur, karpet, dan kamar mandi.
Eskalator menuju lantai atas juga telah dilengkapi dengan alat pembersih. Sedangkan alat cuci tangan telah ditempatkan di pintu masuk masjid.
Sistem pendingin udara juga telah dilengkapi dengan teknologi sanitasi ultraviolet. Sementara kru akan menjaga jadwal pembersihan filter udara sembilan kali sehari dalam tiga tahap berbeda.
Kepresidenan telah meluncurkan beberapa inisiatif, termasuk " Kammamat" (masker), untuk memastikan keselamatan haji.
Dengan daya tampung 2,5 juta orang, maka area mataf di sekitar Kabah hanya diisi jemaah umrah untuk melakukan ritual thawaf. Jalur khusus, mirip dengan ibadah di bulan Agustus lalu telah diperkenalkan untuk kemudahan akses.
Presiden Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, Syekh Abdulrahman Al-Sudais, merujuk pada persetujuan kerajaan Raja Salman, yang memungkinkan jemaah menjalankan umroh di Masjidil Haram dan mengunjungi Rawdah di Masjid Nabawi. Tentunya dengan tetap mematuhi tindakan pencegahan.
Al-Sudais mengatakan persetujuan kerajaan mencerminkan ketajaman kepemimpinan Saudi untuk memastikan keamanan pengunjung masjid suci dan datang sebagai tanggapan atas keinginan umat Islam untuk melakukan umroh.
Sumber: Arab News
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
