Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto : Pixabay
Dream - Semua orang pasti familiar dengan camilan mungil satu ini. Ya, kuaci. Camilan yang diolah dari biji-bijian, seperti bunga matahari, melon, dan semangka, ini memang sangat mengasyikan untuk dikonsumsi bersama keluarga atau teman saat berkumpul.
Dan benar saja, ketika kita mulai memakannya akan sulit berhenti sampai persediaannya habis.
Meski tidak berbahaya, tapi makanan apapun yang dimakan secara berlebihan terus menerus akan berdampak buruk pada kesehatan. Seperti halnya yang dialami oleh pasangan suami istri dari Wuhan, China.
Pasangan ini punya hobi makan kuaci biji melon sebanyak 500 gram setiap harinya. Bahkan mereka ngemil biji melon tersebut selama dua tahun penuh. Alhasil mereka didiagnosa menderita kanker usus besar.
Dilansir The Asian Parent, pasangan berusia di atas 60 tahun ini mengaku melihat darah di tinja mereka. Akhirnya pasangan ini pergi ke rumah sakit Pengobatan Tradisional Wuhan China.
Setelah diperiksa menggunakan kolonoskopi, tim dokter menemukan bahwa pasangan ini mengidap kanker usus besar di tahap medium. Sebelumnya mereka tidak memiliki riwayat kanker usus atau masalah lainnya.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata kanker usus berhubungan dengan pola makan pasangan ini. Mereka mengaku sudah mengonsumsi kuaci biji melon sebagai teman ngemil ketika nonton televisi. Tak hanya sehari atau dua hari, mereka ngemil biji melon selama dua tahun penuh.
Menurut para dokter, biji melon yang dijual di pasaran dalam bentuk camilan atau kuaci biasanya mengandung banyak bumbu. Seperti tambahan garam hingga pemanis buatan jenis saccharin.
Sementara untuk bumbu yang dimasukkan ke dalam biji melon ada campuran safrole, yaitu komponen organik yang cukup beracun.
Meski begitu safrole tidak berbahaya pada tubuh manusia jika dikonsumsi dalam takaran kecil. Namun jika dikonsumsi berlebihan kandungan racunnya akan menumpuk di dalam tubuh. Serta memberikan efek samping seperti kanker usus hingga gangguan hati.

Ditambah ada banyak biji melon yang sudah membusuk dapat menyebabkan kanker pada tubuh seseorang. Para dokter mengingatkan untuk mengonsumsi kuaci biji melon dalam porsi yang wajar dan tidak berlebihan.
Beberapa manfaat rutin konsumsi biji melon yang mengandung asam lemak tak jenuh, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol hingga mencegah penyakit jantung. Tentunya manfaat ini baru bisa dirasakan tubuh jika biji melon dikonsumsi sesuai takaran yang dianjurkan.
Sumber : The Asian Parent
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya