Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Nu.or.id)
Dream - Utusan itu memacu kudanya secepat kilat dari Qadasiyah menuju Madinah. Misinya hanya satu, memberikan kabar gembira kepada Khalifah Umar Bin Khattab Radliyallahu 'Anhu tentang kemenangan Pasukan Muslim melawan Persia dalam perang empat hari.
Mendekati Madinah, seorang tua berbaju bertambal menghentikannya. Dia bertanya dengan antusias, " Engkau dari Qadisiyah? Bagaimana beritanya?"
Si pembawa pesan menolak berhenti. Dia terus maju, sementara orangtua tadi mengejarnya sambil terus bertanya.
Ketika sampai di gerbang kota, orang-orang berkerumun menghalanginya. Utusan itu berteriak.
" Minggir, saya harus bertemu Khalifah Umar bin Khattab! Di mana Khalifah?" katanya.
Orang-orang yang melihat tertawa terbahak-bahak. " Itu, tepat di belakangmu," kata mereka.
Demikian ditulis Sejarawan Tamim Ansyari dalam buku Dari Puncak Baghdad yang diterbitkan Penerbit Serambi.
Saat menjabat sebagai Amirul Mukminin, Umar memgendalikan kekuasaan yang sangat luas meliputi seluruh Jazirah Arab ditambah sebagian Afrika.
Tetapi begitulah Khalifah Umar. Penampilannya yang sangat sederhana sampai membuat banyak orang mengenalinya.
Jangan bayangkan pemimpin besar itu selalu tampil dengan jubah sutera dan mahkota bertabur berlian. Sahabat Anas bin Malik RA menceritakan Khalifah Umar mengenakan pakaian dengan 12 tambalan.
" Di antara kedua bahu baju Umar terdapat empat buah tambalan, dan di antaranya ada yang ditambahkan dengan kulit. Umar pernah berkhotbah di atas mimbar dengan mengenakan kain yang memiliki dua belas tambalan," begitulah kesaksikan Anas bin Malik.
Sosok Umar tak pernah hidup dalam kemegahan. Tak jauh berbeda dengan orang miskin di Madinah.
Penampilannya sangat sederhana, tapi hatinya mulia. Keras pada pelanggar hukum, lembut pada mereka yang lemah.
Di siang hari, Umar akan sibuk mengurusi pemerintahan. Di malam hari dia akan menyusuri lorong-lorong tempat tinggal orang miskin.
Digotongnya sendiri gandum dari baitul mal untuk diberikan pada mereka yang membutuhkan.
Tak perlu tampil mewah untuk menjadi seorang pemimpin yang disegani sekaligus dicintai rakyat. Umar bin Khattab adalah contohnya.
(Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya