Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Wanita Mendonasikan Uangnya Kepada Tunawisma Dengan Uang Elektronik. (Foto: Oddity Central)
Dream - Dewasa ini, sangat sulit bagi pengemis dan gelandangan untuk bertahan hidup dengan uang tunai di tangan. Sebab, ketika mendapatkan uang tunai, mereka langsung membelanjakan uang itu untuk minuman beralkohol, narkoba, atau rokok.
Jaket khusus bagi para pengemis dan gelandangan ini dicetuskan dan dikembangkan oleh sebuah perusahaan iklan di Belanda, N=5, supaya mereka tak lagi memegang uang tunai. Mereka menciptakan jaket " electronic money (e-money).
Dilansir dari Oddity Central, Sabtu 31 Desember 2016, donatur yang ingin memberikan sedekah bagi pengemis dan tuna wisma, bisa memberikan sumbangannya dengan menempelkan uang elektronik mereka di depan layar LCD yang ditempel pada jaket. Layar LCD ini berfungsi sebagai pemindai kartu.
Saldo e-money tersebut langsung terdebet sebesar 1 euro.
Ke mana larinya uang itu?
© Dream
Uang donasi 1 euro itu masuk ke rekening bank. Nah, uang tersebut akan digunakan membayar keperluan makan, mandi, atau bermalam bagi gelandangan dan pengemis. Dikatakan bahwa yayasan rumah singgah bagi mereka menerapkan biaya 5 euro untuk inap semalam.
Tuna wisma yang menginginkan hidup yang lebih baik, bisa menabung uang yang diterimanya untuk sertifikasi pekerjaan atau uang muka rumah.
" Bayangkan Anda hanya memiliki uang 1 euro dan memberikannya kepada mereka. Tidak ada yang tahu ke mana larinya uang tersebut," kata desainer jaket khusus, Jan Jesse Bakker.
© Dream
Jaket khusus ini disambut baik oleh masyarakat. Seorang Belanda bernama Miriam mengatakan dia tak perlu takut memberikan uang tunai kepada gelandangan dan tuna wisma. Sebab, dia pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan ketika memberikan bantuan tunai kepada pengemis dan gelandangan.
" Saya berpikir ide memberikan sandwich yang ada uang tunainya kepada tuna wisma. Tapi, ketika saya berbalik, mereka justru membuangnya ke tempat sampah," kata Miriam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya