Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak Pedagang Kerupuk Dilantik Jadi Perwira TNI, Disambut Tangis Dan Peluk Ibu (Instagram @andinidyaha)
Dream - Jalan hidup seseorang memang tidak ada pernah tahu. Tapi dengan tekad kuat dan perjuangan yang besar, segala hal bisa dicapai. Itulah yang diyakini oleh Andini.
Kisah perjuangan seorang perwira TNI AU bernama Andini Dyah begitu mencuri perhatian. Jalannya untuk menjadi seorang perwira TNI penuh liku-liku dan selalu dihadapkan oleh ujian berat.
Berasal dari keluarga sederhana, orangtua Andini adalah seorang pedagang kerupuk. Alih-alih menyerah di tengah keterbatasan, Andini justru semakin semangat hingga akhirnya sukses menjadi abdi negara.

Hal itu diungkapnya dalam tayangan di kanal Youtube Puspen TNI. Perwira TNI yang baru dilantik pada Juli 2022 ini memiliki kisah yang sangat mengharukan.
Ayah Andini, Slamet Suharto, merupakan pedagang kerupuk keliling, sedangkan sang ibu, Tumisih bekerja sebagai PNS. Berasal dari keluarga sederhana, Andini adalah orang pertama di keluarganya yang menjadi Perwira.
" Saya dari keluarga sipil, orangtua saya hanya pedagang kerupuk dan ibu PNS. Jadi saat saya masuk Perwira AU, di keluarga saya belum ada," kata Andini.

Andini mengungkap, selama ini banyak yang meremehkan dirinya dan keluarga. Namun, kritikan orang justru menjadi penyemangatnya.
" Jika bukan karena orangtua, semangat beliau dari dulu, mungkin banyak yang remehin kita. 'Gak mungkin anak PNS bisa.' Tapi nyatanya bisa. Kakak berhasil berkat mama papa juga," ujarnya.
Menurutnya, selain usaha dan berdoa kepada Tuhan, doa orangtua adalah kunci utama kesuksesannya.
" Selalu jadi yang terbaik, jangan sombong. Kita tidak punya siapa pun tapi masih punya Allah. Khususnya doa orangtua sangat berpengaruh," tutur Andini.
Slamet Suhato mengatakan, Andini kecil selalu ikut kemana pun orangtuanya pergi. Oleh karena itu, ia tak menyangka sang anak bisa meraih kesuksesan seperti saat ini.
" Anak kami itu selalu ikut kemana orangtuanya pergi. Saya juga nggak nyangka putri saya punya keberhasilan sampai saat ini jadi Letnan 2 di AU," kata Slamet.

Slamet juga berpesan agar Andini tidak perlu takut membuat orangtuanya kecewa. Apapun yang dikatakan orang, ia mengaku bangga dengan prestasi anaknya.
" Apa yang terbaik buat Andini, itu yang terbaik juga buat bapak. Jadi jangan takut bapak kecewa. Bapak sangat bangga," ujarnya.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya