Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anies Baswedan (Foto: Liputan6.com)
Dream - Gurbernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengajak masyarakat ibukota untuk saling mendukung dan bekerja sama dalam melawan wabah Corona yang masih terus bertambah di Indonesia. Anies juga mengingatkan jika tugas yang dipikul presiden dan pemerintah pusat dalam menangani pandemik ini tidak kecil.
Ajakan Anies Baswedan itu disampaikan saat mengumumkan pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi yang akan diberlakukan di Jakarta mulai besok (Jumat, 5 Juni 2020).
" Kami menetapkan PSBB di Jakarta diperpanjang dan menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi," ujar Anies dalam Konferensi Pers via Youtube di Balai Kota Jakarta, Kamis 4 Juni 2020.
Dalam kata penutupan keterangan pers tersebut, Anies mengakui jika tugas yang diemban presiden dan pemerintah pusat dalam menangani pandemik Covid-19 tidaklah kecil. Keyakinan itu disampaikan berkaca dari pengalamannya mengatasi wabah tersebut di ibukota.
Anies mengharapkan warga ibukot ajuga turut memberikan dukungan dan bersama-sama berjuang mengatasi wabah Covid-19 di Indonesia.
" Beban presiden, beban pemerintah pusat itu tidak kecil. Tugasnya tidak sederhana. Bila kita semua tak mendukung, tak bekerja sama, ini dari pengalaman kita di Jakarta, maka sulit untuk mengendalikan covid-19 ini," tutur Anies.
Meski diakui berat, Anies menyadari jika ruang kritik dan masukan dari masyarakat kepada pemerintah pusat dan daerah tetap harus dibuka. Namun hal itu sebaiknya diikuti dengan siakp saling bersatu untuk bersama-sama melawan Covid-19.
Di masa seperti saat ini, mantan menteri pendidikan nasional era kabinet pertama Presiden Joko Widodo ini mengingatkan jika perjuangan melawan Covid-19 tak bisa berhasil jika diisi dengan sikap saling menyalahkan dan menyudutkan.
" Ini masa kita harus bersatu, melawan musuh yg tak terlihat, tak membeda-bedakan. Dari pengalaman di Jakarta ini saatnya mendukung, merangkul, saling mengapresiasi. Bukan saatnya saling menyudutkan, saling menyalahkan, ini justru saatnya bersatu padu," tutup Anies.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya