Waspada! Hujan Lebat Akibat Siklon Claudia Berpotensi Terjadi 2 Hari ke Depan

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 14 Januari 2020 07:00
Waspada! Hujan Lebat Akibat Siklon Claudia Berpotensi Terjadi 2 Hari ke Depan
BNPB meminta seluruh lembaga dan warga antisipasi dampak siklon ini.

Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak siklon tropis, Claudia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan ada potensi hujan lebat disertai angin kencang dan kilat dalam dua hari ke depan atau 15 Januari 2020. 

" Terkait dengan peringatan dini cuaca terkait siklon tropis Claudia, BMKG telah mengidentifikasi beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat maupun disertai angin kencang dan petir pada 13-15 Januari 2020," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo , Senin, 13 Januari 2020.

 Misteri Banyak Pengendara Motor Jatuh Saat Hujan Pertama Turun© MEN

Meskipun prediksi BMKG 24 jam ke depan yang menunjukkan arah gerak menjauhi wilayah Indonesia, kata Agus, BNPB tetap meminta BPBD dan semua pihak perlu mewaspadai potensi bahaya dampak dari siklon tropis yang terpantau dapat berkecepatan lebih dari 100 kilometer per jam ini.

 

1 dari 5 halaman

Beberapa Pulau Terdampak

Agus mengatakan, BMKG memantau pertumbuhan siklon tropis di perairan barat Darwin, Australia. Sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Pasifik Timur Filipina hingga dapat berdampak ke wilayah nusantara.

" BMKG juga menyebutkan konvergensi memanjang dari Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung hingga Laut Jawa bagian barat," ucap dia.

Sementara itu, belokan angin terdapat di Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Selat Karimata dan Kalimantan Utara.

BMKG merilis potensi dampak cuaca di Indonesia, seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Sulawesi Selatan, Bali, NTB dan NTT. Kemudian angin kencang dengan kecepatan lebih dari 37 kilometer per jam di wilayah Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT, serta gelombang laut dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter di perairan selatan Bali hingga selatan NTB, perairan selatan Pulau Sumba, Samudera Hindia selatan Jawa TimurTimur hingga selatan NTB, perairan Pulau Sabu dan Pulau Rote.

2 dari 5 halaman

Ada 2 Bibit Siklon di Selatan Indonesia, Waspada Gelombang Tinggi & Hujan Lebat

Dream - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada dua bibit siklon tropis di wilayah Selatan Indonesia, 91S dan 92S. Bibit siklon tropis 91S berada di Samudera Hindia, sementara 92S berada di Laut Arafu sebelah selatan Tual.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo, mengatakan, dua bibit siklon tropis 91S dan 92S berpotensi meningkatkan curah hujan dari sedang hingga lebat dan gelombang tinggi di laut.

" Bibit siklon tropis 91S di Samudera Hindia lebih berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dibandingkan 92S di Laut Arafura," ujar Mulyono dalam keterangan tertulisnya, Senin 6 Januari 2020.

Wilayah yang curah hujannya diprediksi mengalami peningkatan akibat siklon tropis ini berada di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTB).

Sementara, wilayah laut yang diprediksi akan mengalami ombak tinggi 2,5 meter hingga empat meter berada di Selatan Jawa Tengah hingga Selatan Nusa Tenggara Barat, Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa hingga Selatan Nusa Tenggara Barat, Perairan Selatan Pulau Sumba, Laut Sawu, Perairan Pulau Sabu dan Pulau Rote, Perairan Utara Nusa Tenggara Timur, Laut Flores, Perairan Kepulauan Ari-Aru.

Mulyono menjelaskan, siklon tropis ini biasanya terjadi pada periode November hingga April, bertepatan dengan musim hujan.

" Bibit siklon tropis 91S dalam satu hingga dua hari ke depan berpotensi tinggi menjadi siklon tropis namun bergerak selatan hingga barat daya semakin menjauhi wilayah Indonesia," kata dia.

3 dari 5 halaman

BMKG: Hari Ini Jakarta Hujan Disertai Petir

Dream - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hari ini Senin, 6 Januari 2020 wilayah DKI Jakarta akan diguyur hujan disertai petir dan angin kencang.

" Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang," tulis BMKG melalui laman resminya.

BMKG menyebut, hampir seluruh wilayah DKI Jakarta yakni Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat diprediksi akan hujan disertai petir dan angin kencang.

Dengan adanya potensi hujan tersebut, suhu di wilayah DKI Jakarta rata-rata 24-32 derajat Celcius.

Dengan adanya prediksi ini, BMKG meminta kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati apabila melakukan aktivitas di luar rumah.

4 dari 5 halaman

Hujan Ekstrem Malam Tahun Baru 2020 Terakhir Kali Terjadi 154 Tahun Silam

Dream - Badan Meteolorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan lebat yang terjadi pada 31 Desember 2019 - 1 Januari 2020 masuk dalam kategori ekstrem.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, A. Fachri Radjab mengatakan, hujan ekstrem terjadi karena intensitas sudah melebihi batas wajar yang dibuat oleh BMKG yakni 150 milimeter per hari.

Sementara di kawasan Halim, Jakarta Timur, intensitas hujan tercatat mencapai 377 milimeter pe rhari dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebanyak 335 milimeter per hari.

" Ini masuk kategori ekstrem kalau mengikuti kategori BMKG lebih dari 150 milimeter," ujar Fachri dikutip dari akun Instagram @infobmkg.

      View this post on Instagram

. . Halo Sobat BMKG, Yuk simak Analisis Cuaca di Wilayah Indonesia dan Prakiraan Cuaca Esok Hari, Kamis, 2 Januari 2020 Dapat juga diakses melalui link youtube : https://youtu.be/jcsjzphgEHI Semoga bermanfaat. #InfoBMKG #PrakiraanCuaca #marikenalicuaca -pws

A post shared by BMKG (@infobmkg) on

Fachri menjelaskan, penyebab hujan ekstrem itu dikarenakan adanya angin yang bertiup dari utara dan selatan saling bertemu di atas Pulau Jawa.

" Kondisi ini menjadikan banyaknya awan di atas Pulau Jawa," kata dia.

 indonesia baik© indonesia baik

Foto: Twitter Indonesia Baik

Kondisi tersebut tercatat paling ekstrem sejak 154 tahun lalu, yakni curah hujan mencapai 377 milimeter per hari.

5 dari 5 halaman

Sedih, Bocah Korban Amarah Orang Tua Ini Tidur Kehujanan di Emperan

Dream - Kekerasan dalam keluarga kembali memakan korban. Seorang anak harus lari dari rumahnya karena kerap dipukuli orang tua.

Kisah itu dikabarkan pengguna Twitter @Belzebubvos. Dia memotret anak tersebut tertidur di teras.

" Anak ini tertidur nyenyak sehingga dia tidak sadar air hujan basahi tubuhnya," kata pemilik akun.

Anak yang tak disebutkan namanya itu konon melarikan diri karena sering dipukuli ayah dan ibunya.

Si pengunggah akun menyebut anak itu terlihat baik karena tahu tempat itu bersih. Sehingga dia melepaskan sandal yang dia pakai.

Meski sempat ramai, bocah tersebut konon dikabarkan sudah diamankan pihak kepolisian.

" Alhamdulillah dan juga ikut senang karena dapat kabar bahwa dia sekarang sudah ditolong oleh seorang saat ini dia waktu berada di kantor polisi," ucap dia.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup