Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Demonstrasi Di Iran (Foto: Anadolu Agency)
Dream - Amerika Serikat (AS) meminta sidang darurat Dewan Keamanan PBB dan Dewan Hak Asasi Manusia di Janewa, Swiss, pasca munculnya banyak korban dalam demonstrasi di Iran. Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengklaim bahwa rakyat Iran menangis, membutuhkan kebebasan.
" Kami tidak boleh diam," kata Nikki, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu 3 Januari 2018.
Sementara itu, dari dalam negeri Iran, Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, menyebut kerusuhan itu muncul dari " musuh Iran" .
" Dalam kejadian baru-baru ini, musuh-musuh Iran bersatu dengan menggunakan alat yang berbeda, termasuk uang, senjata, politik dan intelijen, untuk menciptakan masalah bagi sistem Islam," kata Khamenei.
" Apa yang mencegah musuh dan tindakan mereka yaitu semangat keberanian, pengorbanan diri dan kepercayaan di antara warga (Iran)."

Nikki menyanggah pendapat Khamenei. Dia menyebut pernyataan " musuh Iran" tersebut omong kosong.
" Kita semua tahu itu omong kosong belaka. Demonstrasi tersebut benar-benar spontan, hampir di setiap kota di Iran. adalah gambaran yang tepat tentang orang-orang yang telah lama tertindas bangkit melawan diktator mereka," kata Nikki.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyatakan telah " dengan hati-hati mengikuti" krisis yang sedang berlangsung di Iran.
" Kami menyesalkan hilangnya nyawa yang dilaporkan, dan kami berharap agar kekerasan lebih lanjut dapat dihindari. Kami berharap hak demonstrasi damai dari warga Iran dihormati," kata juru bicara PBB, Farhan Haq.
Sementara itu, pemerintah Turki pada Selasa 2 Januari 2017 memperingatkan intervensi asing di Iran.
" Kami berharap agar perdamaian di negara ini dapat dipastikan, sesegera mungkin, dan akal sehat tersebut akan berlaku untuk mencegah eskalasi insiden tersebut, dan bahwa retorika provokatif dan intervensi eksternal dapat dihindari," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam pernyataannya.

Ribuan orang Iran berdemonstrasi di jalanan sejak Kamis, 27 Desember 2017 di berbagai kota di Iran. Mereka memprotes kenaikan harga komoditas dan kesalahan manajemen pemerintah.
Sedikitnya 23 orang warga sipil Iran dan 1 orang polisi dikabarkan tewas dalam demonstrasi itu. Sementara itu, lebih dari 500 dilaporkan ditahan sejak demonstrasi dimulai, termasuk 200 di Teheran.
Penangkapan juga dilaporkan terjadi di provinsi Arak, Isfahan dan Robat Karim dan Azerbaijan Barat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya