Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Cinta terlarang dan hamil di luar nikah. Dua hal ini menjadi alasan diadakannya pesta pernikahan dadakan yang ternyata adalah settingan.
Pernikahan palsu ternyata sedang marak terjadi di Vietnam. Apalagi, biaya pernikahan resmi tidak cukup terjangkau bagi pasangan muda.
Bagi orang yang terlilit masalah cinta terlarang atau hamil, pernikahan palsu sangat membantu. Mereka bisa mendapatkan layanan pesta pernikahan lengkap dengan wali, keluarga, tamu undangan, bahkan pasangan palsu.
Tentu semuanya bayaran, karena tujuannya hanya demi mendapatkan status sudah menikah.
Mungkin terdengar aneh, nyatanya layanan ini cukup diminati di Vietnam. Bahkan sebuah perusahaan mengklaim sudah menyelenggarakan ribuan pesta pernikahan palsu setiap tahun.
© Dream
Seorang wanita beridentitas Kha mengaku pernah memanfaatkan layanan pernikahan palsu tersebut. Dia mendapatkan pasangan bayaran demi menghindari tekanan keluarga dan masyarakat karena hamil sebelum menikah.
" Orangtua saya adalah orang pertama yang akan merasa malu jika mendapati diri saya hamil tanpa suami," kata Kha.
Kha mengaku telah menghabiskan biaya sekitar Rp20,5 juta untuk menyewa seorang pasangan palsu. Kha pun tidak peduli pernikahan yang terjadi tidak sah, dan merasa bersyukur ada layanan itu.
" Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi, tapi untungnya ada pilihan seperti ini," kata Kha.
Pernikahan Kha dilakukan secara diam-diam. Kini dia berencana memberitahu keluarga telah bercerai.
Menurut Kha, status janda lebih baik daripada masih single tapi sudah hamil di luar nikah.
© Dream
Setengah lebih dari 93 juta penduduk di Vietnam merupakan anak muda di bawah usia 30 tahun. Mereka memilih untuk meninggalkan cara hidup konservatif.
Salah satunya dengan mengikuti gaya hidup bersama tanpa menikah seperti budaya orang-orang Barat.
Satu lagi pasangan, Huong dan kekasihnya, Quan, yang menggunakan layanan ini karena hubungan mereka mendapat larangan dari keluarga. Huong tidak diterima oleh keluarga kekasihnya itu karena tidak mampu.
Hal ini kemudian mendorong mereka untuk menggunakan layanan pernikahan palsu. Walaupun tamu yang diundang adalah asli, tapi orangtua, saudara dan teman-teman Huong adalah bayaran.
(Sumber: hmetro.com.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam