Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Claude Alain Gailland Dan Gilles Janin
Dream - Penggila tantangan olahraga air tentu sudah tak asing lagi dengan Riverboarding atau hydrospeed. Bermain olahraga air hydrospeed sama halnya saat kita belajar naik sepeda. Belajar mengatur keseimbangan, membelok, mengerem di atas papan tanpa terjatuh dan mengikuti arus aliran sungai.
Hydrospeed juga sering dikatakan sebagai sepeda downhill air. Seolah kita berselancar di air mengikuti aliran sungai yang kita kendalikan laju papan/board.

Awalnya Hydrospeed atau riverboarding dikenal pada tahun 1970an di Perancis. Sekolompok penyuka olahraga rafting merasa jenuh dengan kegiatan rafting yang sama.
Oleh sebab itu mereka menciptakan sebuah ide yakni mengikat tubuh dengan jaket pelampung dan papan lalu meluncur di air.
Claude Alain Gailland dan Gilles Janin merupakan dua pria yang menyukai olahraga ekstrem. Hydrospeed dinilai cukup memiliki banyak tantangan.
Di musim panas, keduanya merencakan sebuah permainan hydrospeed yang dilakukan di aliran sungai diantara gletser. Bongkah-bongkah es dan derasnya aliran sungai kecil menjadi daya tarik tersendiri.
Medan yang mereka lalui cukup berbahaya, pasalnya mereka harus melewati gletser dan tebing kecil beku yang ada di pegunungan Aletsch Glacier, Swiss. Gailland yang juga seorang pemandu gunung es di Swiss mengaku sangat menikmati kegiatan barunya bersama Gilles.
Keduanya juga mengajak para pecinta hydrospeed untuk mencoba petualangan menaklukan arus di sungai kecil gunung es itu. David Carlie sang fotografer juga tak mau ketinggalan.
Meski dilanda rasa cemas dan harus berjuang karena sulitnya berjalan di atas es, mereka tetap antusias dengan permainan yang dilakukan dua pria pemberani itu.

Sumber:lifebuzz.com
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya