Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Shutterstock.com
Dream - Menurut sebuah penelitian, hewan peliharaan terkadang memiliki intusi yang kuat tentang apa yang aman atau tidak aman dilakukan oleh majikannya.
Pada kenyataanya, ada beberapa kasus dimana hal itu benar-benar tejadi. Entah bagaimana, namun seakan hewan peliharaan memiliki indra ke-6 untuk dapat melihat ke masa depan.
Salah satunya seperti yang dialami seorang wanita di Taiwan. Dimana tepat sebelum merebaknya coronavirus anjing Golden Retriever milik wanita ini menghancurkan paspor milik majikannya.
Padahal saat itu ia tengah bersiap untuk melakukan penerbangan ke Wuhan.

Dilansir boredpanda.com, pada awalnya wanita itu sangat kesal kpada anjing yang diberi nama Kimi itu. Saat itu yang ada dipikiranya Kimi merasa lapar hingga menjadi bringas.

Namun tak disangka jika tindakannya itu ternyata saat ini mampu melindungi dirinya.
Dalam sebuah postingan Facebook wanita ini membagikan foto yang memperlihatkan paspor yang hancur akibat dikunyah Kimi.

" Kebandelan Kimi benar-benar melindungi saya. Setelah paspor saya dikoyak, virus mulai merebak di Wuhan. Saya memikirkanya sekarang, dan ini sangat menyentuh," tulsinya di Facebook.

Dream - Menyebarnya virus Corona jenis baru (2019-nCoV) diduga berasal dari pasar grosir Huanan Seafood di Wuhan, China. Tapi ada spekulasi lain, yang menyebut virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan.
Nature, sebuah laman penerbitan akademik Springer Nature, yang memperbarui jurnal ilmiah, telah menulis tentang laboratorium yang baru dibangun di Wuhan pada 2017. Laman tersebut menulis mengenai pembangunan lima hingga tujuh fasilitas biosafety level-4 (BSL-4) di seluruh daratan China.
Laboratorium biosafety level-4 merupakan laboratorium biosafety level tertinggi yang digunakan untuk diagnosis patogen berbahaya seperti virus Ebola dan patogen berbahaya lainnya.
Laboratorium yang memenuhi syarat sebagai BSL-4 harus memenuhi kriteria penyaringan udara, pengolahan air, limbah sebelum meninggalkan tempat. Para peneliti juga diharuskan berganti pakaian dan mandi sebelum dan sesudah menggunakan fasilitas lab.
Singkatnya, laboratorium BSL-4 memenuhi syarat untuk menangani patogen yang paling berbahaya.
Sementara ahli mikrobiologi China merayakan tonggak sejarah mereka yang luar biasa, beberapa ilmuwan di luar China khawatir tentang pelarian patogen. Sebab, laboratorium baru di Wuhan akan menguji Ebola, SARS, serta virus Lassa Afrika Barat.
Richard Ebright, seorang ahli biologi molekuler Amerika Serikat, mengemukakan keprihatinannya ketika virus SARS lolos dari fasilitas tingkat tinggi di Beijing beberapa kali sebelum pembukaan laboratorium Wuhan.
Salah satu alasan mengapa lab khusus ini menjadi viral di internet karena hanya berjarak 32 kilometer dari Pasar Huanan yang terkenal.
Dream - Pesatnya penyebaran virus corona telah menyebabkan munculnya rasa frustasi dari tenaga medis di Tiongkok. Setelah viral seorang perawat yang menangis histeris, kini laman sosial media kembali melihat pria diduga dokter yang marah-marah saat melakukan sambungan telepon.
Saking emosional dengan kondisi yang dihadapinya, dokter yang mengenakan kacamata dan masker itu tak kuasa lagi menahan tangis saat menelepon.
Untuk diketahui, Wuhan saat ini memiliki 11 juta penduduk. Sejumlah rumah sakit di kota tersebut kewalahan melayani banyaknya jumlah pasien yang terus berdatangan.
Cepatnya penularan virus 2019-NCoV membuta para tenaga medis juga rentan terpapar. Terbukti, seorang dokter dikabarkan meninggal dunia setelah bekerja keras membantu pasien terinfeksi virus corona.
Kelelahan dan kecemasan petugas medis di Wuhan juga dialami dokter di video berikut ini.
Dimana terekam seorang dokter menangis di sela menghadapi banyaknya pasien akibat terkena virus corona.
Dari video terlihat dokter yang tak diketahui namanya itu tengah berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon.
Dikutip dari World Of Buzz, sambil menangis dokter itu mengatakan bahwa dirinya juga ingin bertahan hidup.
" Saya ingin bertahan hidup juga, tetapi ada begitu banyak orang yang berbaring di tanah," kata dokter dalam rekaman video tersebut.

Diketahui bahwa dokter itu tengah mencoba untuk menghubungi ketua rumah sakit.
" Kapan kami bisa melihatmu? Bagaimana kita bisa pulang dan menghabiskan waktu bersama keluarga kita untuk Tahun Baru Imlek? Apa yang kamu lakukan?" ucapnya.
Melihat dokter itu dalam kondisi emosional, seorang wanita yang diduga rekannya berusaha menenangkannya.
Namun sang dokter seakan tak menghiraukannya. Ia malah berteriak kepada wanita itu.
" Kami ingin hidup! Lihat situasi ini!," ujar dokter sambil berteriak.
Dokter itu berteriak makin keras hingga seorang wanita menegurnya.
" Jangan ribut...," imbau seorang perawat.
" Saya tidak membuat keributan! Ada begitu banyak orang sakit di atas ranjang, apa yang kita lakukan?!," balas dokter lagi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya