Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Meningkatkan jumlah kasus bunuh diri yang dilakukan anggota polisi membuat Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, priharin. Dia meminta kasus-kasus bunuh diri anggota polisi ini diteliti.
“ Saya minta kepada Kapusdokes, Kapuslitbang, tolong lakukan penelitian. Kenapa ini terjadi, apakah ada benang merahnya,” kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 7 Oktober 2016.
Sebagai manusia biasa, para polisi yang tersebar di wilayah Indonesia tak luput dari masalah pribadi. “ Wajar kalau nanti ada anggota yang kurang baik, ada yang stres, ada juga kemudian anggota polisi yang baik juga,” ungkap dia.
Tito menambahkan, berdasarkan data, sejak awal tahun 2016 hingga kini, sudah ada 16 anggota polisi yang nekat mengakhiri hidupnya. Angka itu, kata dia, tak bisa dipakai untuk menyimpulkan bahwa banyak anggota polisi yang stres.
“ Jadi tidak bisa 16 ini jadi representatif menyimpulkan bahwa semua anggota polisi stress. Atau smua polisi ada masalah, masalah yang membuat bunuh diri,” ucap Tito.
Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ini mengatakan, salah satu cara untuk mengurangi masalah pribadi tersebut, harus ada kedekatakan antara atasan dan bawahana.
“ Masalahnya masing-masing berbeda-beda. Kalau berbeda-beda ini langsung pasa pengelolaan pimpinan untuk lebih mendekatkan hubungan,” ujar Tito.
Tapi, jika pemicunya ternyata masalah ekonomi, maka Tito berencana meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Dia akan mengajukan permasalahan dan data-data untuk peningkatan kesejahteraan itu.
“ Untuk memperkuat pengajuan kita untuk memperbaiki kesejahteraan ke pemerintah,” kata Tito.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya