Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Baru Sebulan Menikah, Pria Ceraikan Istri Kini Minta Mahar Rp1,1 Miliar Kembali, Sampai Pasang Spanduk
Dream - Pernikahan yang langgeng dan bahagia menjadi impian setiap pasangan. Memiliki keluarga bahagia hingga maut memisahkan pasti menjadi tujuan utama setiap pernikahan.
Namun, terkadang masalah tidak dapat dihindar hingga berujung perceraian. Seperti yang dialami pasangan berikut ini. Meski telah habiskan uang hingga miliaran demi pernikahan yang mewah, perceraian tetap tidak terhindarkan.
Sang pria, Li Shouning, menikahi Qian Yulu karena dijodohkan orangtua. Hanya sebentar menjalin hubungan, keduanya memutuskan untuk menikah.
Demi mendapat restu dari keluarga calon istri, Li habiskan banyak uang. Menurut laman eva.vn, Li memberikan maskawin senilai Rp194 juta.
Untuk pernikahan, Li memberikan hadiah sebesari Rp218 juta. Tak hanya itu, ia juga memberikan emas dan perak senilai Rp92 juta, paket bulan madu sebesar Rp81 juta, serta satu unit mobil senilai Rp353 juta.
Total Li menghabiskan Rp1,1 miliar untuk membahagiakan sang istri. Untuk memenuhi semua keperluannya, Li meminjam uang kepada kerabat dan teman.
Namun siapa sangka, pernikahan Li justru terasa seperti neraka. Perdebatan terus terjadi, entah karena hal kecil maupun hal besar.
Tidak tahan, Li akhirnya menceraikan sang istri tepat 33 hari setelah pernikahan. Li juga meminta Qian dan keluarga untuk mengembalikan hadiah yang ia berikan selama pernikahan maupun sebelumnya.
Namun Qian tidak setuju, ia merasa pernikahannya merupakan pernikahan yang sah dan memberikan mahar kepada istri adalah hal yang wajar. Qian merasa mengembalikan mahar merupakan kewajibannya.

Tak terima, Li menempelkan sebuah spanduk merah dengan foto pernikahan mereka di mobil sang mantan istri. Qian masih terus bertahan pada pendiriannya, membuat Li memutuskan untuk menggunakan jalur hukum.
Karena Li berhutang kepada kerabatnya, ia berhak mendapat sebagian dari mahar yang telah diberikan. Pengadilan setempat memutuskan Qian harus memberikan sebagian mahar yang ia terima setelah proses perceraian selesai.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya