Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Hari Jumat adalah sebaik-baiknya hari karena ia merupakan penghulu dari segala hari. Oleh sebab itu, umat Islam yang meninggal di hari Jumat adalah pengakhiran yang baik.
Namun, kematian itu adalah takdir Allah yang kedatangannya tak bisa ditunda atau dipercepat. Kematian akan akan datang kapan pun saatnya tiba.
Bagi seorang guru, kedatangan hari Jumat, 18 September 2020 lalu merupakan hari yang menyedihkan karena seorang muridnya meninggal dunia.
Melalui sebuah postingan di Facebook, guru bernama Muhammad Yusof mendapat kabar duka itu saat hatinya tergerak untuk menghubungi siswa tersebut untuk bertanya kabar.
Menurut Yusof, pada hari Kamis minggu lalu entah kenapa dia ingin sekali mengetahui kabar siswanya tersebut. Dia pun menelepon ibu dari anak itu.
" Pada Kamis malam saya tiba-tiba ingin tahu kabar dia. Saya telepon ibunya, katanya kondisi anaknya lagi tidak sehat.
" Tapi Jumat pagi saya dapat kabar bahwa anaknya sudah tidak ada, pergi untuk selama-lamanya," tulis Yusof di Facebook.
Tak cukup dengan kesedihan atas kepergian siswanya, sang guru pun menangis tersedu-sedu ketika mendapat kesempatan melayat ke rumahnya.
" Cuma yang buat saya tumpah air mata ialah ketika ke rumahnya, ayahnya bilang sambil menangis bahwa mereka memang sudah siap sedia kain kafan untuk sekeluarga.
" Tapi sang ayah tak menyangka yang pergi duluan adalah anaknya, bukan dia..," kata Yusof.
Yusof kemudian menceritakan sifat dan perilaku siswanya itu yang memang dikenal sangat baik.
" Allah, Allah, almarhum memang siswa yang baik. Sangat-sangat baik. Meninggalnya pun hari Jumat, hari yang baik.
" Mari kita sama-sama doakan agar almarhum murid saya ini diberikan surga oleh Allah SWT, Aamiin," pungkas Yusof di akhir kisahnya.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya