Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wow, Ternyata Bekerja Sambil Berdiri Itu Punya Sisi Baik Bagi Tubuh, Lho. (Foto: Shutterstock/ilustrasi)
Dream – Lazimnya sebuah kantor, pasti ada meja dan kursi untuk tempat bekerja karyawannya. Namun ternyata ada lho perusahaan yang " melarang" karyawannya untuk duduk ketika bekerja.
Mereka tidak menyediakan kursi untuk karyawan sehingga pegawainya berdiri ketika bekerja. Alasannya, perusahaan ingin karyawannya produktif.
Klaim itu tak sepenuhnya salah. Ternyata bekerja sambil berdiri baik untuk kesehatan tubuh, lho. Dilansir dari Metro, Jumat 2 Februari 2018, studi yang diterbitkan oleh European Journal of Preventive Cardiology, menunjukan kebiasaan berdiri selama 6 jam bisa menurunkan berat badan lebih dari 2,5 kg dalam setahun.
Setiap menit, tubuh seseorang yang berdiri bisa membakar kalori sebanyak 0,15 kilokalori. Kalau berdirinya lebih dari enam jam, pembakaran kalori dalam tubuh bisa menurunkan berat badan sebanyak 2,5 k setahun.
Kajian ini diperoleh dari riset terhadap 1.184 orang. Rata-rata umurnya 33 tahun dan memiliki berat badan 65 kg.
“ Efek jangka panjang (bekerja sambil berdiri) pada penurunan berat badan tidak sepele. Ada kemungkinan lemak tubuh berkurang 10 kg dalam empat tahun pada orang 65 kg,” bunyi tulisan itu.
Penelitian ini menggambarkan kondisi otot yang meregang untuk melawan gravitasi bumi ketika berdiri. Berdiri dalam waktu lama memerlukan asupan kalori yang lebih tinggi karena ada lebih banyak otot yang bekerja keras.
Kepala Kardiologi di Mayo Clinic, Rochster, Fransisco Lopez Jimenez, mengatakan berdiri tak hanya bisa membakar lebih banyak kalori, tetapi juga bisa mencegah serangan jantung dan menekan risiko diabetes. Jimenez menyarankan karywan untuk lebih sering bergerak, minimal berjalan.
“ Penting untuk menghindari duduk berjam-jam pada satu waktu,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya