Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Petugas Memakamkan Jenazah Pasien Covid-19. (Foto: MStar)
Dream - Bagi warga Malaysia, Abam Botak cukup terkenal karena aksinya yang menyediakan layanan mobil jenazah gratis di sekitar Negeri Sabah.
Kali ini, empunya nama Yunizam Yusop itu sekali lagi menerima pujian netizen saat terlibat dalam pemakaman jenazah pasien Covid-19.
Menurut Yunizam dia sebenarnya tidak hanya mengurus jenazah pasien Covid-19. Karena sebelumnya dia juga terlibat dalam menangani suspek Covid-19.
" Saat awal Perintah Kawalan Pergerakan (semacam PSBB) dimulai Maret lalu, kami sudah terlibat dalam menangani suspek Covid-19.
" Karena sudah tahu bagaimana prosedur operasi standar dijalankan, kami sekarang juga mengurus jenazah pasien Covid-19," katanya.
Yunizam mengatakan dia memiliki tim yang berjumlah delapan orang. Setiap kali mengubur jenazah pasien Covid-19, timnya akan dipantau polisi dan petugas dari Kementerian Kesehatan Malaysia.
Namun, menurut jejaka berusia 32 tahun itu, pengalaman mengurus jenazah pasien Covid-19 memiliki tantangan yang sangat berat.
Yunizam bahkan menganggapnya sebagai satu pengalaman baru yang cukup menyedihkan. Sering kali Yunizam dan timnya sampai ikut meneteskan air mata.
" Tantangannya lebih berat dibandingkan jenazah biasa yang biasa kami urus sebelum ini. Selain menjaga keselamatan, kami tak boleh salah walau sedikit pun. Salah langkah sedikit, kita yang terdampak.
Kata Yunizam, awalnya dia dan timnya memang takut mengurus pasien jenazah Covid-19. Tapi, lama kelamaan sudah terbiasa.

" Kalau kami tidak berbuat, siapa lagi yang mau bantu? Sebab keluarga pasien tak boleh ikut serta. Mau iringi jenazah pun tidak boleh," kata Yunizam.
Sampai-sampai ada salah satu anggota keluarga jenazah pasien Covid-19 yang meminta Yunizam untuk mengambil foto dan merekam video.
" Mungkin untuk kenangan terakhir untuk mereka. Saya pun ikut menangis sebab sedih membayangkan mereka yang tak bisa mengiringi anggota keluarga yang meninggal ke tempat peristirahatan terakhir," ujarnya.
Sampai sekarang, Yunizam dan timnya sudah mengurus sekitar 15 jenazah pasien Covid-19. Karena itu, Yunizam mengaku khawatir dengan perkembangan Covid-19 di negaranya.
Dia meminta warga masyarakat agar terus patuh protokol kesehatan Covid-19 dan menjaga keselamatan masing-masing.
Sumber: mStar.com.my
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya