Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama Fachrul Razi
Dream - Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan duka cita atas meninggalnya pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Abdullah Syukri Zarkasyi. Tokoh pendidikan dan pembina umat ini tutup usia pada Rabu, 21 Oktober 2020 pukul 15.50 WIB di Rumah Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.
" Indonesia kehilangan tokoh pendidikan dan sosok yang sangat istiqamah membina umat," ujar Fachrul dalam keterangan tertulis diterima Dream.
Fachrul mengungkapkan duka terasa semakin dalam seiring wafatnya sejumlah tokoh dan pengasuh pesantren dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Fachrul, Kiai Abdullah meninggalkan banyak legacy dalam membentuk karakter santri. Para santri Gontor berkiprah di berbagai bidang merupakan generasi yang diharapkan menjadi penerus nilai keuangan Kiai Abdullah.
" Legacy almarhum sangat banyak. Alumni Gontor yang berkhidmah di berbagai bidang adalah bukti nyata keberhasilan perjuangannya. Saya berharap generasi muda bisa belajar kearifan dan keistiqamahannya," kata Fachrul.
KH Abdullah Syukri Zarkasyi lahir di Gontor, 19 September 1942. Lulus Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor pada 1960, Abdullah muda melanjutkan pendidikan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga mencapai gelar Sarjana Muda tahun 1965.
Abdullah lalu melanjutkan kuliah S1 dan S2 di Al Azhar University Kairo, Mesir hingga 1978. Tahun 2005, Abdullah mendapat gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Selain memimpin Pondok Modern Gontor, KH Abdullah Syukri tercatat pernah menjadi Ketua Badan Silaturahmi Pondok Pesantren Jawa Timur, Ketua Forum Silaturahmi Umat Islam Ponorogo, Ketua Majelis Pertimbangan Pendidikan dan Pengajaran Agama (MP3A) Kementerian Agama, dan Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.
Dream - Sehari jelang Hari Santri, keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur, dicoba dengan kabar duka. KH Abdullah Syukri Zarkasyi, Pimpinan pesantren modern tersebut berpulang ke Rahmatullah pada Rabu, 21 Oktober 2020.
Kabar duka ini disampaikan Pengurus Pondok Modern Darussalam Gontor lewat Instagram @pondok.modern.gontor. Kiai Zarkasyi meninggal sekitar pukul 15.50 WIB. Kabar yang sama juga diumumkan pengelola pondok pesantren itu melalui laman gontor.ac.id.
" Telah berpulang ke Rahmatullah Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor) pada hari Rabu, 4 Rabi'ul Awwal 1442/21 Oktober 2020 pukul 15.50 WIB di Rumah Gontor," demikian pengumuman pada akun Instagram Pondok Gontor.
Dalam informasi yang disampaikan Prof. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A seperti dikutip dari situs resmi Gontor, menyampaikan agar masyarakat turut mendoakan untuk almarhum.
“ Mohon doanya semoga dosanya diampuni, dan amal ibadahnya diterima Allah SWT, dan semoga husnul khatimah,” ucap Kiai Amal.
Kiai Zarkasyi lahir di Gontor, Ponorogo, 19 September 1942. Dia merupakan putra pertama KH Imam Zarkasyi, satu dari tiga tokoh di balik berdiri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor.
Kiai Zarkasyi menempuh pendidikan Sekolah Dasar di Gontor dan tamat pada 1954. Dia melanjutkan pendidikan di Kulliyatul Mu'allimin Al Islamiyah Pondok Modern Darussalam Gontor.
Pada 1960, Zarkasyi menempuh pendidikan tinggi di IAIN Syarif Hidayatullah (sekarang UIN Jakarta). Dia lulus dan meraih gelar Sarjana Muda pada 1965.
Setelah itu, Kiai Zarkasyi menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar Kairo Mesir dan meraih gelar Lc (License) pada 1976. Setelah itu kembali menempuh pendidikan dan meraih gelar MA di universitas yang sama.
Pada 2005, Kiai Zarkasyi mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari UIN Syarif Hidayatullah, almamaternya ketika meraih gelar Sarjana Muda.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya